Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Henry Siswanto menunjukkan motor operasional yang digunakan untuk sosialisasi anti narkoba.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Henry Siswanto menunjukkan motor operasional yang digunakan untuk sosialisasi anti narkoba.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Indikasi maraknya pengguna dan peredaran narkoba di pedesaan membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar, gencar melakukan sosialisasi narkoba dengan menyasar wilayah pedesaan.

Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKPB Heny Siswanto mengatakan, mulai tahun ini pihaknya intens melaksanakan sosialisasi pencegahan dan bahaya narkoba di desa yang rawan narkoba dengan menggunakan satu kendaraan operasional sepeda motor.

“Teknisnya woro-woro atau orang jawa menyebutnya ledang yang dilakukan di keramaian, juga membagikan stiker dan poster anti narkoba. Ini kami laksanakan rutin setiap hari, secara bergilir menyasar desa yang dinilai rawan peredaran dan penggunaan narkoba,” kata Henry, Jumat (10/6/2016).

Henry menambahkan, di Kabupaten Blitar yang paling rawan terindikasi sebagai daerah rawan narkoba adalah Kecamatan Wonotirto dan Tambakrejo, dimana warganya banyak yang menjadi pecandu pil koplo.

“Dua daerah itu menjadi fokus utama kami saat ini, disamping wilayah lain terindikasi rawan yang wajib kami berikan sosialisasi,” tandasnya. (*)