Tanaman tembakau di Kabupaten Probolinggo (foto: Syamsul Akbar/Kominfo)
Tanaman tembakau di Kabupaten Probolinggo (foto: Syamsul Akbar/Kominfo)

Mencegah kerusakan tanaman tembakau saat musim kemarau basah, bisa dilakukan dengan pengolahan lahan. Dengan cara-cara tertentu, kelebihan pasokan air pada tanamam tembakau bisa diatur.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo, Wahyu Priambodho mengatakan, pembuatan got keliling, got malang dan got mujur sangat penting untuk memperlancar drainase.

"Sebab tembakau termasuk tanaman tidak memerlukan banyak air," terangnya, Jumat (10/6/2016) pagi.

Untuk bedengan atau gulutan, lanjut Wahyu, agar dibuat agak tinggi supaya air tidak sampai menggenang terlalu banyak. "Jarak tanam juga jangan terlalu dekat," tambahnya.

Yang tak kalah perpenting lagi, hindari pemakaian pupuk Urea berlebihan. Sebab hal itu dapaf memicu pertumbuhan hama penyakit.

“Kami berharap hasil panen tembakau dengan cuaca ekstrim seperti ini, paling tidak sama dengan tahun kemarin,” harapnya.

Diketahui, areal tembakau tahun ini berada di 7 kecamatan potensi tembakau Paiton VO meliputi Besuk (2.188 Ha), Kotaanyar (1.544 Ha), Pakuniran (1.490 Ha), Paiton (1.943 Ha), Kraksaan (1.110 Ha), Krejengan (2.200 Ha) dan Gading (299 Ha).

Waktu tanam tembakau dilakukan mulai 25 Mei sampai dengan akhir Juni 2016 sehingga didapatkan mutu tembakau yang sangat bagus. (*)