Warga Desa Kedung Wringen menjemur perabot rumahnya yang basah akibat banjir, Jumat (10/6/2016). (Foto: Romi Syahroni/BanyuwangiTIMES)
Warga Desa Kedung Wringen menjemur perabot rumahnya yang basah akibat banjir, Jumat (10/6/2016). (Foto: Romi Syahroni/BanyuwangiTIMES)

Warga terdampak banjir badang di Kecamatan Muncar belum berani tidur di rumahnya sendiri, khususnya rumah-rumah yang ada di bantaran sungai Wagud.

Ini di karenakan rumah yang di tempatinya fondasinya tidak utuh lagi dan tembok rumah doyong.

"Saya trauma, Dan belum berani tidur di rumah karna fondasinya tidak utuh. Saya Numpang tidur di tempat sodara sudah dua malam," keluh Sutini (44), Desa Kedung Wringen RT 1 RW 11 Kecamatan Muncar. Saat ditemui Sutini sedang menjemur perabotan rumah tangganya yang tersisa, Jumat (10/6/2016) pagi.

Hal serupa juga di rasakan Kasianto tetangga Sutini. Rumah Kasianto tak lagi utuh. Tembok dapur runtuh tersapu banjir dan membuat fondasi rumahnya tak stabil.

"Dapur ambruk, saya merasa trauma dan belim berani tinggal di dalam rumah. Namun untung rumah saya tidak ikut ambruk," kata Kasianto.

Dalam peristiwa yang terjadi Rabu lalu itu, Kasianto kehilangan semua barang yang ada di dapur. "Bahkan pakaian seragam sekolah anak saya juga hilang terbawa banjir," keluh Kasianto

Warga berharap selain meninggikan tanggul di sungai Wagud. Juga ada bantuan untuk pembenahan rumah warga yang rusak di hantam banjir bandang.
(*)