pusat gempa di Lombok yang terjadi Kamis (9/6/2016) siang tadi.
pusat gempa di Lombok yang terjadi Kamis (9/6/2016) siang tadi.

Gempa bumi 6,1 SR (Skala Richter) yang mengguncang Lombok, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur, Kamis (9/6/2016) siang tadi memang terjadi di laut, namun menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat tidak berpotensi tsunami.

Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Dr Daryono mengatakan, gempa berpusat di laut tapi tidak menimbulkan tsunami. Menurutnya, kekuatan dan kedalaman hiposenternya tidak mendukung terjadinya perubahan dasar secara untuk dapat memicu terjadinya tsunami.

"Patut disyukuri walaupun gempabumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi tidak menimbulkan tsunami," ujar Daryono dalam siaran persnya, Kamis (9/6/2016).

Gempabumi tektonik yang terjadi di selatan Lombok NTB ini, lanjutnya, terjadi pada hiposenter dangkal di luar zona subduksi (outer rise) dan memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).

Lebih lanjut dijelaskannya, pusat gempa yang terjadi, berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise yang mengalami tarikan pada Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi.

Seperti diberitakan, siang tadi pukul 11.13 WIB terjadi gempa bumi berkekuatan 6,1 SR pada kedalaman 11 kilometer. Gempa berpusat di Samudra Hindia, berjarak 350 kilometer dari Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (*)