Jasad korban (terbungkus kantong jenazah) saat akan devakuasi oleh tim sar gabungan ke Puskesmas terdekat. (Foto: Mahrus/Jember TIMES)

Jasad korban (terbungkus kantong jenazah) saat akan devakuasi oleh tim sar gabungan ke Puskesmas terdekat. (Foto: Mahrus/Jember TIMES)


Editor


Upaya pencarian terhadap Abdurrohman (15), santri yang terseret ombak di area Break Water Pantai Pancer Kecamatan Puger, membuahkan hasil.

Petugas gabungan dari Basarnas, Satpolair dan Tim Sar Lokal, menemukan jasadnya di bibir pantai setempat dalam kondisi mengenaskan.

BACA JUGA: Asyik Selfie di Pantai Santri Hilang Terseret Ombak

"Saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal, sekitar 2 mil dari lokasi kejadian," terang Komandan Tim Basarnas Jember, Serka Irwan Feri, usai mengevakuasi jenazah korban, Kamis (3/6/2016) siang. 

BACA JUGA: Pencarian Santri Hilang Terkendala Ombak Besar

Menurutnya, pencarian dilakukan sejak Rabu sore kemarin, setelah korban dilaporkan hilang. Bahkan, malam harinya tim gabungan juga memantau situasi di sepanjang Pantai Pancer.

Jasad remaja asal Dusun Bendorejo, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari tersebut, baru ditemukan sekira pukul 12.45 Wib siang ini, dengan kondisi tertelungkup di bibir pantai setempat.

"Setelah ini jasad korban akan dilakukan visum luar di Puskesmas terdekat. Untuk selanjutnya akan kami serahkan kepada keluarga korban," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Unit Penegakan Hukum Satpolair Jember, Aiptu Sugeng Yulianto menuturkan, petugas akan terus memantau aktifitas wisatawan yang tengah menikmati panorama alam pantai selatan Jember tersebut.

"Kami juga mengimbau serta akan memasang rambu-rambu peringatan, agar para wisatawan berhati-hati. Terutama di area break water," jelas Sugeng. 

Selain itu, polisi air juga akan memasang rambu larangan berfoto selfie di tempat-tempat rawan yang dapat memicu kecelakaan laut bagi wisatawan. (*)


End of content

No more pages to load