Sejumlah petugas gabungan dari Tim Sar Lokal Puger bersama Satpolair Polres Jember, saat menyisir area break water Pantai Pancer. (Foto: Mahrus/Jember TIMES)

Sejumlah petugas gabungan dari Tim Sar Lokal Puger bersama Satpolair Polres Jember, saat menyisir area break water Pantai Pancer. (Foto: Mahrus/Jember TIMES)


Editor


Seorang santri dilaporkan terseret ombak setelah berfoto selfie bersama sejumlah temannya di area Break Water Pantai Pancer Kecamatan Puger, Rabu (2/6/2016) sore. Korban hilang setelah tergelincir karena ombak yang menghantam area break water sangat besar.

Korban yang hilang bernama Abdurrohim (15), asal Dusun Banjarejo, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari. Korban datang bersama kelima temannya yang juga masih berusia remaja.  "Keponakan saya berangkat dari pesantren. Jadi saya kurang tahu kejadian persisnya. Saya baru mengetahui setelah ditelpon oleh petugas," kata Munakib, paman korban, saat berada di pos pantau Tim Sar Puger, Kamis (3/6/2016) pagi. 

Kanit Patroli Satpolair Polres Jember, Ajun Inspektur Satu Endro Wiyono, mengatakan, kecelakaan laut ini berawal saat korban bersama lima temannya sedang berwisata di area break water. Mereka foto bersama dengan posisi membelakangi laut.

"Usai foto bersama, ombak besar datang dan menyeret korban yang saat itu masih berada di pinggir break water," terangnya.  Menurut Endro, salah seorang teman korban berusaha menolongnya. Namun ombak terlalu besar, sehingga korban tak bisa diselamatkan. 

"Teman korban yang berusaha menolong juga sempat terseret ombak. Tapi berhasil diselamatkan petugas," jelasnya.  Hingga siang ini, Tim Sar gabungan yang terdiri dari Satpol Air dan Tim Sar Lokal Puger, masih mencari keberadaan korban. Petugas juga terus menyisir sepanjang Pantai Pancer untuk menemukan keberadaan korban. (*)


End of content

No more pages to load