Ilustrasi putusan pengadilan (Foto: wacana.siap)
Ilustrasi putusan pengadilan (Foto: wacana.siap)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalimantan Barat, turut menyesalkan putusan bebas terhadap tersangka SB, salah seorang manager perkebunan sawit asal Kabupaten Landak, yang terbukti melakukan kejahatan seksual.

KPAID Kalbar akan melakukan pengkajian ulang terhadap putusan tersebut bersama lembaga terkait lainnya untuk melaporkan kepada instansi terkait.

"KPAID Kalbar juga kecewa, sama halnya dengan kekecewaan Kapolda Kalbar," kata Ketua KPAID Kalbar Alik R Rosyad, Rabu (25/5/2016).

Vonis bebas tersebut lanjut Alik, merupakan tragedi besar bagi upaya perlindungan anak di Kalimantan Barat.

Kekecewaan juga sama disampaikan Kapolda Kalbar Brigjend Arief Sulistyanto beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pihaknya akan berusaha maksimal dalam penegakan hukum apalagi menyangkut kasus kejahatan seksual yang saat ini sedang menjadi perhatian banyak pihak.

Diberitakan sebelumnya, seorang manager perusahaan perkebunan sawit di Kalbar, berinisial SB, sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

Perkara tersebut diungkap oleh tim Resmob Dit Reskrimum Polda Kalbar tahun lalu. Tiga pelaku terlibat dalam eksploitasi anak tersebut.

Dari tiga pelaku, adalah sepupu korban, KR 23. Demi uang Rp 1,4 juta, ia tega menjual adik sepupunya FR yang masih berusia 13 tahun kepada lelaki hidung belang berinisial SB.

FR merupakan siswa di salah satu SMP Negeri di Kota Pontianak, ia duduk di bangku kelas VIII saat ini dan berdomisili di Jalan Purnama, Pontianak Selaran.(*)