Rena Purnamasari (terbaring), balita tanpa tulang leher disambangi Bambang Rudy (kiri). (foto: Mahrus/ JemberTIMES)
Rena Purnamasari (terbaring), balita tanpa tulang leher disambangi Bambang Rudy (kiri). (foto: Mahrus/ JemberTIMES)

Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat, mulai memperhatikan nasib Rena Purnamasari, balita tanpa tulang leher di Dusun Sumberejo, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember.

Rabu (27/4/2016) malam kemarin, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jember, Bambang Rudy, menyambangi rumah Rena, untuk mencatatnya sebagai warga penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dengan begitu Rena bisa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis.

“Setelah kami lihat kondisinya, yang bersangkutan akan kami masukkan ke dalam ODKB atau Orang dengan Kecacatan Berat,” kata Rudy.

Menurutnya, setelah terdaftar sebagai ODKB, balita berusia 2,7 bulan ini, akan mendapatkan bantuan tiap bulan dari Kementerian Sosial.

“Saat ini, Kementerian Sosial sangat care untuk penyandang ODKB. Mudah-mudahan saja kuotanya bisa lebih besar,” harapnya.

Selain mencatatnya sebagai ODKB, Rudy memastikan, bocah yatim ini juga akan dirawat secara berjenjang. Mulai dari tingkat puskemas hingga ke Rumah Sakit Daerah dr Soebandi.

“Bila dimungkinkan bisa sampai ke Rumah Sakit dr Soetomo di Surabaya,” jelasnya.

Sutinah, ibu Rena, mengaku sempat memeriksakan anak keduanya itu ke puskesmas. Oleh puskesmas, anaknya dirujuk ke Rumah Sakit Jatiroto, di Lumajang.

“Karena keterbatasan biaya, Rena saya bawa pulang kembali,” ujarnya.

Perempuan yang telah menjanda dua tahun ini, merasa senang, setelah Dinsos Jember mendatangi rumahnya. Dia pun berharap, agar sang buah hati bisa mendapat pengobatan sehingga bisa normal, seperti anak-anak lainnya.

Selain Rena, putra pertamanya yang bernama Roni Purwanto, juga mengalami bibir sumbing. Meski telah dioperasi, namun tindakan medis itu baru dilakukan sekadarnya, sehingga bagian dalam mulutnya masih terbuka, membentuk cerukan seperti gua yang berada di dalam mulut bocah tersebut.

“Semoga kedua anak saya segera mendapat pengobatan, sehingga bisa normal semuanya,” harapnya.

Sebelumnya, nama balita Rena dan kakaknya, Roni, sempat mencuat setelah sejumlah media memuat penderitaannya. Nasibnya menjadi tak jelas karena kabar itu tertutupi riuhnya perhelatan Pilkada di Jember, beberapa waktu lalu.

Kini, setelah kedatangan Dinsos Jember ke rumahnya. Rena, Roni dan keluarganya mendapat harapan baru. Harapan sembuh, harapan untuk hidup normal, selayaknya anak-anak lain di kampungnya. (*)