Kepala BPJS Kesehatan Regional Jawa Timur, Mulyo Wibowo. (Foto: Yovinus/surabayaTIMES)
Kepala BPJS Kesehatan Regional Jawa Timur, Mulyo Wibowo. (Foto: Yovinus/surabayaTIMES)

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional VII Jawa Timur mencatat jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sampai dengan triwulan I 2016 mencapai 22.622.049 peserta.

Jumlah itu terdiri dari 14.961.093 Penerima Bantuan Iuran (PBI) nasional, 544.843 PBI daerah, 2.228.359 eks Askes Sosial, 391.282 TNI/Polri, 2.677.440 pekerja swasta dan WNA serta 1.819.032 pekerja mandiri/perorangan.

Kepala BPJS Kesehatan Regional Jawa Timur, Mulyo Wibowo mengatakan, untuk melayani peserta JKN tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan 962 Puskesmas, 393 Klinik Pratama, 44 Klinik Polri, 91 Klinik TNI, 214 dokter gigi, 602 dokter praktek perorangan, 4 Klinik Utama, 77 RSUD, 26 RS Khusus, 2 RS Jiwa, 14 RS TNI, 10 RS Polri dan 97 RS Swasta.

"Melalui kerjasama itulah kami melayani peserta Kartu Indonesia Sehat dan PBI di seluruh Jawa Timur," ujar Mulyo, Selasa (19/4/2016).

Mulyo menambahkan, untuk kepesertaan PBI daerah, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan baru 15 daerah atau belum ada separuhnya.

Ke depan, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur bisa mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke JKN.

Mulyo juga tidak memungkiri adanya kelemahan, kekurangan serta keluhan dari masyarakat terkait BPJS Kesehatan. Ia berjanji akan terus berbenah dan bekerja sama dengan stakeholder terkait sehingga akan semakin baik.

"Untuk pembayaran iuran misalnya, saat ini sudah bisa dilakukan di ATM Bank BNI, Mandiri, BRI dan BTN. Peserta juga bisa membayar di minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret serta Kantor Pos dan outlet bertanda khusus," pungkasnya. (*)