Wakil ketua komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar.(foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)
Wakil ketua komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar.(foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)

Perkembangan zaman modern, sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan budaya dan adat istiadat di Kabupaten Bangkalan. Demi melindungi kelestarian budaya sebagai identitas kedaerahan, DPRD setempat tengah menggagas peraturan daerah (Perda) perlindungan budaya dan adat.

"Sekarang masih dalam tahap pembuatan naskah akademik," jelas wakil ketua komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar, Rabu (6/4/2016).

Politisi PDIP ini menyatakan selama ini memang belum ada perda yang mengatur pelestarian budaya dan adat. Sehingga, banyak tradisi lokal yang ditinggalkan dan peninggalan sejarah terlupakan. 

"Konsepnya dalam perda ini menjaga tradisi lama yang baik dan mencari langkah-langkah inovasi baru untuk pengembangan budaya," paparnya.

Mukaffi menyebutkan, sasaran pelestarian budaya ini seperti pakaian, bahasa, ritual samman dan mamacah. Identitas daerah seiring derasnya perkembangan arus globalisasi mulai tergerus.

"Ini tugas kita sebagai putra daerah untuk menjaga adat istiadat," ucapnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan Kholifi Aziz anggota komisi D dari partai Gerindra. Menurutnya, belum adanya perda pelestarian budaya membuat situs-situs sejarah tidak terawat dan rusak. Padahal, peninggalan sejarah ini sebagai bukti nyata peninggalan kisah masa lalu.

"Seperti makam Agung di Arosbaya awal mula kerajaan di Bangkalan. Tapi sayang tidak terawat," tandasnya.(*)