Ansor Jatim Akui Madura Sarang Narkoba Kedua Setelah Jakarta  | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Ansor Jatim Akui Madura Sarang Narkoba Kedua Setelah Jakarta

Mar 14, 2016 18:03
Wakil Ketua GP Ansor Jatim, Badrut Tamam. (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)
Wakil Ketua GP Ansor Jatim, Badrut Tamam. (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)

Gerakan Pemudah (GP) Ansor Jawa Timur mengakui bahwa Madura menjadi sarang narkoba ke-2 setelah setelah DKI Jakarta. Untuk itu, BNN harus benar-benar serius memerangi narkoba, terutama di Madura.

"Jatim menjadi provinsi ke-2 setelah DKI Jakarta. Yang menjadikan urutan ke-2 adalah Madura. Maka BNN harus serius agar Madura tidak jadi ke-2," ungkap Wakil Ketua GP Ansor Jatim, Badrut Tamam, di Surabaya, Senin (14/3/2016).

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim itu menilai peredaran narkoba bisa saja dimana saja. Pihaknya pesimis pondok pesantren menjadikan santri pengguna narkoba. Namun, bukan berarti tidak mungkin terjadi karena ulah santri sendiri.

BNN harus dapat membuktikan ponpes mana yang dicurigai ada penggunaan narkoba. Hal ini untuk mencegah adanya keresahan ponpes terutama di kalangan kiai dan santri, karena namanya ikut tercemar. 

"Harus didetailkan dimana ponpesnya, dan siapa santrinya. Bukan digeneralisir santri di Madura pakai narkoba untuk zikir. Itu bisa bikin gelisah karena ponpes dan santrinya ikut tertuduh," pungkas anggota Komisi E DPRD Jatim itu.

Penyebutan nama ponpes tidak akan membuat Daftar Pencarian Orang (DPO) menghilang, asalkan BNN dapat bertindak cepat untuk menangkapnya. Terkait penangkapannya, Badrut meminta petugas agar melakukan izin ke kiai atau pengasuh ponpesnya dulu. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Ansor Jatim narkoba

Berita Lainnya