Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman ketika sidak buah impor ilegal bersama Komisi IV DPR RI, di TPS (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)
Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman ketika sidak buah impor ilegal bersama Komisi IV DPR RI, di TPS (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)

Meski Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya telah menahan 609,9 ton buah impor illegal, karena membahayakan kesehatan manusia. Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman terkesan masih enggan membuat kebijakan larangan impor.

Amran terus berkelit ketika ditanya soal kebijakan larangan impor buah dan sayur. Bahkan Mentan mendorong kepada awak media untuk mempertanyakan potensi ekspor.

"Jangan tanya impor lha. Sekali-sekali tanya ekspor," kata Amran, ketika melakukan sidak buah impor ilegal bersama Komisi IV DPR RI, di TPS, Jum'at (4/3/2016).

Amran berdalih bahwa selama ini, Indonesia sukses mengekspor buah dan sayur-mayur. Seperti halnya bawang merah yang naik 100 persen.

Bahkan, untuk komoditas mangga dan jagung, Amran menyebut naik 1000 persen. “Tahun 2015 Indonesia mengeskpor 1000 ton lebih untuk mangga. Jangan Tanya impor, karena ucapan adalah doa,” tegasnya.

Selain itu, sanksi yang diberikan kepada importir nakal tak membuat pelaku impor illegal jera. Dalam Undang-undang No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan hanya menenda Rp 50 juta atau hukuman 1 tahun.

"Sudah ada laporan bahwa sudah masuk ranah penyidikan. Yang pasti kasus ini harus ditindak tegas," katanya.

Amran mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk lebih mencintai dan mengkonsumsi buah Nusantara, yang lebih sehat sekaligus sebagai wujud meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri. (*)