Ilustrasi, (Foto: tubasmedia)
Ilustrasi, (Foto: tubasmedia)

Kejahatan narkoba merasuki semua kalangan dan usia tanpa pandang bulu. Usia remaja pun tak lepas dari jeratannya. Bahkan, kini sudah merambah ke pelosok desa di Kabupaten Malang. 

Dalam dua pekan terakhir, 12 (dua belas) remaja ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Malang. Narkoba tidak lagi beredar di perkotaan saja, wilayah perdesaan pun menjadi sasarannya. ‎

Kasat Narkoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat mengaku prihatin atas hal tersebut. Sebanyak 20 orang yang tertangkap selama dua pekan terakhir, 12 diantaranya masih remaja. ‎Mereka diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.‎

Daerah peredaran narkoba yang selama ini di perkotaan, sudah merambah wilayah perdesaan baik pedalaman maupun pesisir.

Di Kabupaten Malang, menurut Samsul, daerah perdesaan seperti Sumbermanjing Wetan, Bantur, Dampit, dan Poncokusumo, termasuk rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Wilayah Malang bagian selatan termasuk rawan peredaran narkoba. Namun, merata di semua kecamatan pun terjadi kasus narkoba," ujar Samsul, Selasa (16/2/2016) di Kepanjen.

Pengawasan secara intensif akan dilakukan dalam mencegah semakin meluasnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Peran serta semua komponen, menjadi mutlak perlu dilakukan. 

Upaya BNN Kabupaten Malang dalam membangun jejaring semua unsur dalam kerangka pencegahan narkoba perlu disambut dan didukung. (*)