Ilustrasi (Foto: jalansurga)
Ilustrasi (Foto: jalansurga)

Siswa dan siswi mulai tingkat SD sampai SMA di Kabupaten Pamekasan diharamkan merayakan hari Valentine 14 Pebruari mendatang.

Haramnya merayakan hari Valentine, ditegaskan Bupati Pamekasan Achmad Syafii dalam surat edarannya, setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan mengeluarkan fatwa haram Valentine.

Kepala SMAN 2 Pamekasan Kamarudin menjelaskan, surat edaran Bupati sudah disampaikan ke seluruh siswa dan sudah diwanti-wanti agar surat edaran itu dipatuhi.

"Saya dukung penuh surat edaran Bupati dan fatwa haram MUI terkait haramnya Valentine," terang Kamarudin, Jumat (12/2/2016).

Kamarudin menambahkan, jika ada siswa yang ketahuan merayakan Valentine, maka siswa yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman. Hukuman tersebut akan disesuaikan dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah.

Surat edaran Bupati Pamekasan tentang larangan merayakan Valentine, tertuang dalam surat nomor 420/147/432.100/2015. Isi surat tersebut;

"Untuk menjaga dan melindungi aqidah kita bersama, maka kami himbau kepada orang/wali murid SD/SMP SMA/SMK untuk melarang putra-putrinya melakukan kegiatan ataupun perayaan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan Valentine's pada 14 Pebruari.

Hal ini sesuai dengan fatwa MUI kabupaten Pamekasan tentang Valentine's Day yang menyatakan bahwa segala bentuk pengucapan dan perayaan Valentine's Day adalah haram." (*)