Jamil Mashadi, Humas MUI Kabupaten Blitar.(Foto: Dok.BlitarTimes)
Jamil Mashadi, Humas MUI Kabupaten Blitar.(Foto: Dok.BlitarTimes)

Jelang perayaan hari Valentine 14 Februari mendatang, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada masyarakat khususnya kepada para generasi muda yang duduk di bangku sekolah untuk tidak merayakan Valentine Day atau hari kasih sayang dengan cara hura-hura seperti mabuk-mabukan dan seks bebas.

Dalam hal ini MUI menghimbau kepada masyarakat yang berencana merayakan hari Valentine untuk mengisinya dengan kegiatan yang positif seperti bakti sosial.

Hal diatas disampaikan oleh Humas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar Jamil Mashadi kepada Wartawan, Kamis (11/2/2016).

Menurutnya, islam tidak pernah melarang perayaan hari kasih sayang asal perayaan itu diisi dengan kegiatan yang positif seperti membantu kaum fakir miskin yang memiliki beban hidup sangat berat.

“Ada banyak saudara kita yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Ada pula diantara mereka yang jarang bisa makan 3 kali sehari. Kami dari MUI mengajak masyarakat untuk bersama di hari kasih sayang nanti sedikit mengentaskan mereka dari beban hidup yang berat itu,” kata Jamil saat ditemui di Kantornya, Rabu (9/2/2016) pagi.

Jamil menambahkan, sekali lagi pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak merayakan hari Valentine atau kasih sayang dengan cara yang negative. Perayaan dengan cara yang negative inilah yang sebenarnya dilarang oleh agama islam.

"Tidak ada fatwa haram dari MUI soal Velentine Day, dalam hal ini himbauan kami hanyalah jangan rayakan Valentine Day dengan cara yang negative.Terutama para orang tua, awasi dan arahkan anaknya agar tidak merayakan Velentine Day dengan cara hura-hura yang tidak sesuai dengan ajaran islam,” tutupnya.(*)