Konferensi pers yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Rabu (10/2/2016).(Foto: Arasy Pradana/ Malang TIMES)
Konferensi pers yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Rabu (10/2/2016).(Foto: Arasy Pradana/ Malang TIMES)

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Rabu (10/2/2016), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Inf. Agus Supriyatna menyatakan pesawat Super Tucano jatuh dalam keadaan mesin yang hidup.

“Kayak ngebor,” ungkapnya.

Pesawat Super Tucano TT 3108 tersebut menerobos bangunan rumah bahkan menembus tanah hingga hanya ekor yang tampak di permukaan.

Posisi tersebut, lanjutnya, sedikit banyak menyulitkan proses evakuasi. Untuk dapat menangkat badan pesawat, tim evakuasi harus merubuhkan rumah di depan lokasi jatuh yang notabene masih utuh. “Pihak keluarga sudah setuju,” ungkap Agus lebih lanjut.

Pria tersebut berharap, proses evakuasi dapat segera diselesaikan. Hal ini mengingat, sejumlah rekaman data penting, seperti propeller, engine, dan fcunya, masih tertimbun bersama badan pesawat.

“Kalo itu ketemu bisa segera diketahui masalah utamanya,” lanjut pria tersebut. (*)