Bupati Pamekasan Achmad Syafii akan mengajukan pengangkatan guru honorer K2 menjadi PNS. (Foto: alhafid rahmana/ Madura TIMES)
Bupati Pamekasan Achmad Syafii akan mengajukan pengangkatan guru honorer K2 menjadi PNS. (Foto: alhafid rahmana/ Madura TIMES)

Bupati Pamekasan Achmad Syafii, akan mengajukan pengangkatan guru honorer kategori dua (K2) menjadi pegawai negeri sipil. Pengajuan itu akan disampaikan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Judy Krisnandi.

Ini dilakukan karena Kabupaten Pamekasan kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Syafii mengatakan, beberapa waktu lalu saat Menteri Judy berada di Surabaya, secara lisan sudah disampaikan tentang kekurangan guru dan PNS. Pengajuan secara lisan mendapat respon dari Judy.

"Kami atas nama Pemkab Pamekasan diminta untuk membuat surat pengajuan ke Menteri. Surat itu nanti akan menjadi bahan pertimbangan," terang Achmad Syafii, Rabu (10/2/2016).

Dalam surat pengajuan itu, akan disampaikan kondisi riil PNS di Kabupaten Pamekasan. Kekurangan guru dari unsur PNS mencapai 800 guru lebih. Jika dikalkulasi sampai akhir tahun ini, jumlahnya bisa mencapai 1.000 lebih.

"Jumlah tersebut belum termasuk jumlah PNS dari tenaga fungsional," imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Pria yang juga mantan Ketua DPRD Pamekasan ini mengungkapkan, seandainya guru honorer K2 yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan diangkat menjadi PNS, maka kekurangan guru akan teratasi.

"Minggu ini surat pengajuan kepada Menteri sudah saya pastikan dikirim agar cepat sampai di meja Menpan RB," tegasnya.

Syafii masih punya harapan bahwa moratorium pengangkatan PNS tidak sampai pada sektor guru dan tenaga kesehatan. Sebab guru dan tenaga kesehatan, benar-benar dibutuhkan. Berbeda halnya dengan tenaga administrasi dan tenaga fungsional.

"Silahkan moratorium pengangkatan PNS dilanjutkan. Tapi khusus guru dan tenaga kesehatan perlu dibedakan," ungkapnya. (*)