Ilustrasi ODHA (Foto: liputan6)
Ilustrasi ODHA (Foto: liputan6)

Sepanjang 2015, terdapat 13 warga Kota Probolinggo yang meninggal dunia karena HIV/AIDS. Dari angka tersebut, mayoritas belum sempat menjalani pengobatan dengan antiretroviral (ARV).

“Rata-rata yang meninggal, belum sempat ARV karena baru teridentifikasi,” kata pengelola program pada Sektap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Probolinggo Badruttaman, Jumat (5/2/2016).

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa pengidap baru sadar terkena virus saat memasuki stadium 3 atau 4. Yaitu ketika daya tahan tubuh turun, dan mulai terserang penyakit sertaan. “Sampai saat ini, masyarakat baru datang ke fasilitas kesehatan ketika stadium 3 dan 4. Ketika sudah masuk AIDS,” katanya.

Pria yang juga manajer kasus (MK) itu menjelaskan, saat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terserang penyakit sertaan, tenaga medis tak bisa langsung memberi ARV. Tapi didahului dengan pengobatan terhadap penyakit sertaan yang diderita hingga sembuh.

“Rata-rata ODHA yang meninggal, posisinya masih tahap penyembuhan penyakit sertaan ini,” pungkasnya. (*)