Kolam 'maut' yang merenggut nyawa bocah di Desa Tentenan Barat (foto: alhafid rahmana/maduratimes)
Kolam 'maut' yang merenggut nyawa bocah di Desa Tentenan Barat (foto: alhafid rahmana/maduratimes)

Warga meminta kolam penampungan air hujan di Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, yang menelan korban tewas, Moh Taufikurrhaman (14), Jumat (5/2/2016) agar dibongkar.

Sebab, keberadaan kolam itu tidak jelas manfaatnya bagi warga. Selain itu, kolam tersebut sangat membahayakan.

Mohammad Juri, salah satu warga sekitar kolam megatakan, kolam 'maut' itu hendaknya dibongkar. Meskipun sudah dipagari kawat berduri masih bisa dimasuki anak-anak untuk mandi dan berenang.

"Pagarnya saja dirusak sama anak-anak agar bisa dimasuki. Makanya sebelum menelan korban lagi, sebaiknya dibongkar saja," terang Juri.

Kolam tersebut, menurut Syamlan, kepala dusun setempat, sering didatangi anak-anak untuk mandi. Padahal sangat membahayakan karena kedalamannya mencapai 3 meter lebih. Setiap anak-anak yang datang, selalu diusir. Namun datang lagi dengan wajah yang berbeda.

"Hampir tiap jam ada yang datang. Semuanya anak-anak, baik laki-laki ataupun perempuan," kata Syamlan.

Kepala Desa Tentenan Barat, Arsikum belum bisa memberikan keterangan. Alasannya masih melayani keluarga korban yang meninggal. (*)