Suasana simulasi. Dua teroris yang tertembak mati di halaman Mapolres Jember. (Foto: Mahrus/ Jembertimes)

Suasana simulasi. Dua teroris yang tertembak mati di halaman Mapolres Jember. (Foto: Mahrus/ Jembertimes)


Editor


Simulasi Serangan Teror

Suasana Mapolres Jember tiba-tiba mencekam, sekelompok orang melumpuhkan anggota polisi yang bertugas di pos penjagaan. 

Kemudian terdengar rentetan tembakan bersautan. Dua orang tertuga teroris ditembak mati oleh polisi. Sementara dua lainnya lolos dan berhasil merangsek ke ruang tahanan. Mereka menyandera, sembari menodongkan pistol ke sejumlah penghuni tahanan.

Kapolres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi Sabilul Alif, memerintahkan anggotanya bersiaga di beberapa titik. Polisi meminta para teroris itu menyerah dan melepaskan sandera. 

Namun permintaan itu tidak digubris. Mereka malah berteriak, dan melepaskan tembakan secara membabi buta. Kontan serangan itu dibalas oleh sniper yang telah bersiaga mengepung para teroris tersebut.

Cerita itu, hanyalah gambaran penanganan aksi teror, dalam simulasi yang digelar oleh Polres Jember, Jum'at (5/2/2016). 

Kisah ini berlanjut ketika dua anggota teroris dilumpuhkan dengan tembakan. Karena melawan, dua anggota teroris yang menyandera tahanan, ahirnya tewas di halaman Mapolres. Polisi pun langsung melakukan olah TKP, sehingga situasi kembali normal dan terkendali.

“Simulasi ini sebagai respon Polres Jember setelah terjadinya kontak senjata antara anggota kepolisian dengan teroris di Jalan MH Thamrin Jakarta.

Dengan latihan ini, jajaran anggota Polres Jember bisa bertindak cepat dan mengerti apa yang harus dilakukan saat terjadi serangan teror yang datangnya kapan saja dan di mana saja, termasuk di markas polisi," terang Sabilul, kepada sejumlah wartawan.

Pelaksanaan simulasi, sambung Sabilul, dinilainya berjalan cukup baik, meski ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. "Simulasi seperti ini juga akan terus kami lakukan," ujarnya.

Kendati demikian, dirinya berharap peristiwa maupun aksi-aksi terorisme di Indonesia tak lagi terjadi. Sehingga situasi tetap aman dan terkendali. (*) 


End of content

No more pages to load