Dua petani saat melintas di depan pentas yang sedianya disiapkan untuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto : Mahrus/JEMBERTIMES)
Dua petani saat melintas di depan pentas yang sedianya disiapkan untuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto : Mahrus/JEMBERTIMES)

Rencana kunjungan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang dijadwalkan mengunjungi Jember, Selasa (2/2/2016), terancam batal, karena terkendala cuaca buruk. 

Mentan yang diagendakan hadir bersama Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad), Mayor Jenderal TNI Kustanto Widyadmoko dan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Sumardi, hingga kini masih tertahan di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. 

Sesuai undangan yang diedarkan panitia di Jember menyebutkan, para pejabat ini akan melakukan panen padi perdana, sekaligus tanam padi perdana dengan alat transplenter atau mesin tanam padi, di Dusun Dukuhsia, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Jember, Hari Wijayadi, rencananya rombongan menteri dijadwalkan hadir di Jember sekira pukul 15.30 WIB, setelah menghadiri acara di Kabupaten Blitar dan Lumajang. 

Namun karena cuaca buruk, helycopter yang membawa rombongan, kembali ke Bandara Abdurrahman Saleh, di Malang. 

"Tapi jika sampai jam 5 sore ini cuaca kembali normal, maka rombongan menteri akan melanjutkan perjalanan ke Jember," ungkap Hari Wijayadi, saat dihubungi via ponsel. 

Pantauan JEMBERTIMES, di lokasi kegiatan terlihat, sejumlah polisi dan tentara berseragam lengkap telah memadati lokasi. Sejumlah pejabat daerah dan petinggi TNI di Jember juga terlihat hadir. Namun hujan memaksa mereka berteduh di bawah tenda yang telah disiapkan serta rumah-rumah penduduk setempat. 

Hingga kini, pejabat dan aparat keamanan tersebut masih menunggu kepastian rombongam menteri yang sedianya tiba sore ini. (*)