Kapolres Jember, AKBP M Sabilul Alif, SIK, saat menunjukkan barang bukti parang yang digunakan oleh tersangka untuk membunuh korbannya. (Foto: Mahrus/ Jembertimes)

Kapolres Jember, AKBP M Sabilul Alif, SIK, saat menunjukkan barang bukti parang yang digunakan oleh tersangka untuk membunuh korbannya. (Foto: Mahrus/ Jembertimes)


Editor


Tersangka pembunuhan sepasang suami istri, Imam Subiantoro (45) dan Aljanati (42), warga Dusun Krajan, Desa Kraton, Kecamatan Kencong, terancam hukuman berat.

Penyidik Polres Jember menemukan bukti jika pembunuhan tersebut telah direncanakan terlebih dulu oleh pelaku. Sehingga tersangka diancam dengan hukuman penjara seumur hidup.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi Jum'at (29/1/2016) dini hari kemarin, saat itu tersangka nekad masuk kerumah korban dengan meloncati tembok pagar lalu menyelinap masuk.

Tersangka lantas menemui korban yang tidur dikamar terpisah dengan suaminya, dengan maksud ingin menanyakan adanya kekasih lain yang dimiliki korban. Namun karena terkejut, korban Aljanati malah meneriaki maling kepada tersangka dan berlari menuju kamar suaminya.

Hal itulah yang membuat tersangka kalap, sehingga langsung menebas leher korban. Tak lama suami korban keluar dan juga langsung disambut bacokan oleh tersangka.

Kapolres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi M Sabilul alif, mengatakan, tersangka Musarilah alias Dimas (35) warga Dusun Ponjen, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, diduga telah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban.

"Motif pembunuhan didasari oleh hubungan asmara, dilakukan tersangka  setelah sebelumnya sempat mengirimkan ancaman dalam bentuk pesan singkat kepada korban Aljanati yang selama ini diakui tersangka memiliki hubungan asmara dengannya," ungkap Sabilul, saat menggelar pers rilis di Mapoles Jember, Senin (1/2/2016).

Selain itu, lanjut Sabilul, tersangka juga diduga telah menyiapkan parang dari rumah untuk dibawa kerumah korban. "Tersangka mengaku cemburu terhadap korban Aljanati yang diduga telah memiliki kekasih lain," ujarnya.

Selanjutnya, tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 dan pasal  354 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman  20 tahun penjara. (*)


End of content

No more pages to load