Ilustrasi pembukaan hutan untuk jalan raya (Foto: viva)
Ilustrasi pembukaan hutan untuk jalan raya (Foto: viva)
Jalan Tembus Pasuruan-Kota Batu

Rencana pembangunan jalan tembus Pasuruan - Batu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dianggap akan merusak ekologi hutan kawasan lereng Gunung Arjuno. Sebab, pembangunan jalan tersebut direncanakan akan menembus kawasan di lereng Gunung Arjuno.

Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, Rere Cristanto mengatakan, setiap usaha pembukaan hutan akan mengganggu kawasan ekologi.

"Kawasan hutan itu kan salah satu fungsinya adalah resapan. Kalau pohonnya di tebang, fungsi resapannya kan berkurang," katanya, Jumat (29/1/2016)

Selain soal fungsi resapan, usaha dengan membuka lahan hutan juga dianggap mengganggu habitat satwa yang ada di lokasi tersebut.

"Juga mengganggu habitat satwa yang ada disana. Apalagi ada polusi udara, itu akan membuat stres satwa," ungkapnya.

Seperti diketahui, tiga kepala daerah, diantaranya Bupati Pasuruan, Bupati Malang dan Walikota Batu sudah menandatangani MoU pembangunan jalan tembus Pasuruan  - Batu.

Jalan itu direncanakan melewati kawasan hutan di lereng Gunung Arjuno. Dimulai dari Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dan berakhir di Giripurno, Kota Batu sepanjang kurang lebih 33 kilometer. (*)