Sekretaris daerah (Sekda) Bangkalan, Eddy Moljoeno (Foto: Doni/ Bangkalantimes)
Sekretaris daerah (Sekda) Bangkalan, Eddy Moljoeno (Foto: Doni/ Bangkalantimes)

Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Bangkalan yang rencananya digelar pada Mei mendatang, diharapkan tidak menimbulkan konflik. Sebab, sejauh ini, rencana Pilkades serentak itu masih banyak menyisakan permasalahan.

"Kami berharap bisa berjalan lancar tanda ada konflik sedikitpun," kata Sekretaris daerah (Sekda) Bangkalan, Eddy Moljoeno, Jum'at (29/01/2016).

Berdasarkan data Bapemas Bamgkalan, peserta pilkades tersebut sebanyak 142 desa. Namun, sampai saat ini baru 10 desa yang membentuk kepanitiaan.

Banyak faktor yang mempemgaruhi sulitnya pembentukan pantia pilkades. Salah satunya adalah politik desa yang menjadi pemicu terjadinya konflik.

"Bapemas dan para Camat harus bisa menjadi penengah agar situasi tetap kondusif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapemas Bangkalan, Ismed Effendi mengakui jika pembentukan panitia di tingkat desa sangat sulit. Namun, pihaknya tetap berupaya melakukan pendekatan secara persuasif.

"Kami sebagai pantia ditingkat kabupaten selalu turun ke bawah bersama camat untuk memberikan pemahaman kepada BPD yang memiliki tanggung jawab membentuk panitia," jelasnya.(*)