Dukun asal Kabupaten Sumenep, berinisial SM (30) disandra oleh S (40) warga Desa Parseh, Kecamatan Bangkalan, Kamis (28/01/2016) (Foto: Doni/ Bangkalantimes)
Dukun asal Kabupaten Sumenep, berinisial SM (30) disandra oleh S (40) warga Desa Parseh, Kecamatan Bangkalan, Kamis (28/01/2016) (Foto: Doni/ Bangkalantimes)

Seorang dukun asal Kabupaten Sumenep, berinisial SM (30) disandra oleh S (40) warga Desa Parseh, Kecamatan Bangkalan, Kamis (28/01/2016). Namun, dukun tersebut dilepas setelah mengetahui keluarganya melaporkan ke Polres Bangkalan.

Kronologisnya, korban ditelpon untuk mengobati saudara pelaku yang sedang sakit. Tanpa rasa curiga, korban ditemani supirnya, bergegas menuju Desa Parseh mengendarai mobil Honda Brio nomor polisi M 1002 XY. Namun, sesampainya di rumah pelaku, tidak ada pasien yang diobati.

"Pelaku dan korban sudah saling kenal karena sebelumnya pelaku pernah mendatangi korban di Sumenep, dia minta obat untuk keponakannya yang gila," kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Adi Wira Prakasa, Jum'at (29/01/2016).

Mantan Kapolres Arosbaya ini menuturkan, pada saat tiba di lokasi korban dan supirnya justru disandera, bahkan pelaku menghubungi keluarga korban meminta uang tebusan Rp 300 juta. Karena ketakutan keluarga korban melapor peristiwa tersebut, Kamis sekitar pukul 05.00 WIB.

"Kami langsung bergerak menuju Desa Parseh. Tapi, di tengah jalan kami melihat mobil korban melintas. Ternyata sudah dilepas," paparnya.

Meskipun korban dilepas, kata Wira polisi tetap menuju lokasi penyanderaan untuk menangkap pelaku. Dari tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menyita sebilah celurit, uang tunai 900 ribu, dompet dan cincin akik milik korban yang diambil pelaku.

"Ini murni kasus penyandraan, untuk motifnya kami dalami. Korban kami mintai keterangan," tandasnya.(*)