Ketika pembukaan kotak suara di kantor KPU Sumenep (6/1/) lalu. (foto : busritoha/maduratimes)
Ketika pembukaan kotak suara di kantor KPU Sumenep (6/1/) lalu. (foto : busritoha/maduratimes)

Pembukaan kotak suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Rabu (06/01) lalu, untuk menghadapi sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) menuai protes.

Sebab, dalam pembukaan tersebut tidak melibatkan saksi pasangan calon. Namun, Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Sumenep, menilai bahwa pembukaan tersebut sudah sesuai aturan. KPU Sumenep membuka kotak suara pada 143 tempat pemungutan suara (TPS) di 22 desa yang menyebar di 12 kecamatan.

”Tentang pembukaan kotak, sudah sesuai dengan PKPU No 11 bahwa, jika ada masalah yang masuk ke Mahkamah Konstitus (MK) maka KPU diberi hak untuk mengambil berkas-berkas dan formulir yang dibutuhkan pada saat persidangan,” ujar Ketua Panwaslih Sumenep, Moh Amin, Senin (11/1/2016).

Namun, kata Amin, dalam pembukaan kotak suara tersebut harus berkoordinasi dengan Panwaslih kabupaten dan pihak kepolisian. Aturan tersebut sudah dilakukan oleh KPU Sumenep untuk kepentingan menyiapkan jawaban terhadap gugatan yang dilakukan pemohon ke MK terkait dengan Pilkada Sumenep tahun 2015.

”Tentang keberatan paslon no dua (ZA-EVA) karena tidak dilibatkan dalam pembukaan kotak suara, kami sudah menjawab melalui surat bahwa mekanisme pembukaan kotak suara di KPU, teknis pengambilannya, sudah sesuai sesuai dengan PKPU No 11 itu,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Zainal Abidin-Dewi Khalifah (ZA-EVA) menggugat hasil Pilkada Sumenep ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatannnya antara lain, memohon pemungutan suara ulang (PSU) di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Raas, Lenteng, Guluk-Guluk, Sapeken, Arjasa, Masalembu dan Kangayan. Termasuk juga, permohonan penghitungan suara ulang di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Ambunten, Talango dan Kecamatan Gayam.

Selain itu, paslon 2 mengajukan permohonan pembatalan berita acara KPU Sumenep Nomor 656/KPU-Kab-014.329908/XII/2015, tentang penetapan perolehan suara hasil pemilihan calon bupati dan wakil bupati tahun 2015 Jo SK KPU Kabupaten Sumenep nomor 25/KPTS/KPU-Kab-014.329908/2015, tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun 2015, tanggal 17 Desember 2015. (*)