Ilustrasi pesta Miras. (foto: Beritasatu)
Ilustrasi pesta Miras. (foto: Beritasatu)

Sebelum memperkosa korbannya, tiga remaja asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan yang dicampur dengan minuman berenergi. Bahkan, korbannya sempat dipaksa menenggak miras tersebut, namun dia menolak.

“Para pelaku pesta miras oplosan di rumah salah seorang tersangka yang berinisial SA. Kemudian, salah  seorang pelaku lainnya menjemput korban di sekitar Pasar Desa Grenden,” kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Puger, Ajun Inspektur satu Joko Susilo, Senin (11/1/2016) siang, saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, antara korban dan para pelaku sudah saling mengenal, sehingga korban tak curiga ketika menerima pesan singkat untuk diajak bertemu. Setelah bertemu, ternyata di rumah SA, telah ada dua tersangka lainnya yang kemudian juga ikut memperkosa korban.

“Kebetulan di rumah SA ini kondisinya sepi. Sehingga ketiga tersangka dengan leluasa memaksa korban untuk melayani nafsu secara bergiliran,” terang Joko.

Korban sempat melawan, namun karena kalah jumlah dan tenaga, dia akhirnya menyerah dan terpaksa melayani kemauan para pelaku.

“Korban kemudian menghubungi keluarganya setelah diajak keluar membeli minuman ke warung oleh tersangka,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Tiga remaja asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, tega memperkosa seorang gadis yang masih dibawah umur. Ketiga pelaku yang masih bertetangga tersebut, diketahui bernama SA (17), Wahidul Habibi (18), serta  Rohim Handoko (18). Sedangkan korbannya berinisial SZN (15).

Karena korban maupun salah seorang pelaku masih di bawah umur, kasus ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (*)