Para tersangka pemerasan beserta barang buktinya saat gelar kasus di Mapolres Kediri Kota, Senin (11/1/2016). (Foto: Hakim/Kediritimes).
Para tersangka pemerasan beserta barang buktinya saat gelar kasus di Mapolres Kediri Kota, Senin (11/1/2016). (Foto: Hakim/Kediritimes).

Kepolisian Resor Kota Kediri menangkap lima orang komplotan pelaku pemerasan. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan beragam kartu tanda pengenal dari beberapa lembaga seperti KPK, Polisi, serta Wartawan. Kelima tersangka itu berasal dari dua wilayah yang berbeda.

Empat tersangka yakni; TRI (28), AD (47), ED (45), RS (38) merupakan warga Surabaya sedangkan MR (46), warga Kabupaten Kediri.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan berbagai barang milik tersangka, di antaranya kartu pengenal lembaga dengan logo mirip KPK, kartu pengenal intelijen, 2 pucuk revolver airsoft gun, hingga kartu pers. 

JATIMTIMES-Barang-buktiFold.jpg

"Modusnya dengan mengaku sebagai anggota BPOM dan personel Polda sebagai jalan masuknya," ujar Ajun Komisaris Wisnu Prasetia, Kasatreskrim Polresta Kediri, Senin (11/1/2016).

Penangkapan para tersangka, kata AKP Wisnu menambahkan, bermula dari laporan seorang pemilik toko kelontong di Kota Kediri yang menjadi korban komplotan pelaku.

Saat itu para tersangka memeras korban hingga Rp3 juta dengan dalih tidak akan memenjarakannya karena menjual minuman chiu tanpa ijin. Para tersangka melakukan aksinya pada 25 Desember 2015.

Kini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri Kota. Petugas mengenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

"Saya menunjukkan itu (sambil menuding sebuah kartu pengenal lembaga) kepada korban,"  ujar salah seorang tersangka saat ditanya polisi.(*)