Mualik didampingi Aktivis Sosial saat ngluruk ke RSD Mardi Waluyo. (nur rofik/blitartimes)
Mualik didampingi Aktivis Sosial saat ngluruk ke RSD Mardi Waluyo. (nur rofik/blitartimes)

Apa yang dirasakan oleh Mualik dan istrinya, Ika Purnama Wati, direspon oleh sahabat dan para aktivis sosial. Mereka merasa iba dan kasihan dengan kondisi Mualik yang menaggung utang persalinan istrinya, setelah ditolak oleh RS Aminah dan RSD Mardi Waluyo.

Sekira pukul 14.00 WIB, Selasa (15/12/2015), para aktivis itu mendatangi kantor BPJS Cabang Blitar dan langsung disarankan ke RSD Mardi Waluyo, untuk menanyakan prosedur pelayanan BPJS.

“Niat kami datang kesini bukan semata karena Mualwi dan istrinya. Tapi, untuk seluruh rakyat Indonesia yang ditolak oleh BPJS," kata Syahrir, sahabat Mualwi dengan nada berapi api di depan pihak loket BPJS RSD Mardi Waluyo.

Menurutnya, pihaknya hanya ingin mengingatkan, bahwa sebagai pelayan masyarakat, layanilah rakyat dengan sebaik-baiknya. "Kasihan, mereka itu manusia bukan binatang dan ini urusan nyawa,” tegas Syahrir.

Kurang lebih satu jam, suasana di loket BPJS RSD Mardi Waluyo, mendadak gempar dan menjadi pusat perhatian orang yang berada kantor itu. Mulai dari dokter, perawat, hingga keluarga pasien, yang berkunjung, ikut juga mengintip apa yang terjadi.

Akhirnya, dicarilah jalan tengah untuk permasalahan tersebut. Pihak petugas BPJS, berjanji akan mempertemukan keluarga Mualik dengan Direktur RS pada Rabu (16/12/2015), untuk membahas persoalan tersebut.

“Intinya, kami selalu menerapkan pelayanan maksimal dan tidak pilih kasih antara pasien umum dengan pasien BPJS," tegas dokter Herya Putra Prana, dokter keluarga yang menemui Mualik dan para aktivis saat itu.

Harsnya kata Herya, tidak boleh terjadi dan hal tersebut. Melihat kondisi itu, pihaknya akan menyampaikan ke Humas untuk Chrosceck kebenaranya. "Akan kami cek siapa petugas jaga di hari itu. Lalu jika benar kami akan evaluasi,” tegas Herya.

Sebenarnya, keinginan Mualik tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin pihak BPJS mengganti biaya persalinan istrinya yang akan dia gunakan untuk membayar utang ke tetangganya.

Uang hasil utangan itu dia gunakan untuk biaya persalinan istrinya, pada 10 Desember kemarin. “Terus terang saya kecewa dengan BPJS. Karena selama ini, iuran perbulan saya selalu tertib. Apa gunanya jadi peserta BPJS jika kenyataanya seperti ini," protes Mualik. (*)