Mualik dan Istrinya menunjukkan kartu BPJS miliknya.(Foto: Nur Rofik/blitartimes)
Mualik dan Istrinya menunjukkan kartu BPJS miliknya.(Foto: Nur Rofik/blitartimes)

Mualik, pria yang bekerja sebagai biro jasa, di Terminal Surabaya, sedang pusing tujuh keliling. Dia bingung karena ditagih utang kanan kiri oleh tetangga.

Diketahui, Mualik punya hutang ke tetangga hingga 12 Juta untuk persalinan istrinya yang melahirkan anak ke 2 mereka, 10 Desember kemarin.

Mualik bercerita, pada 10 Desember kemarin istrinya, Ika Purnama Wati, warga Kelurahan Tanggung Kota Blitar ini hendak melahirkan anak kedua mereka.

Diketahui, dia dan istrinya ngekos di Surabaya karena Mualik bekerja disana. Namun, istrinya menginginkan melahirkan di Blitar. karena ingin ditunggui oleh keluarga karena dia asli Kota Blitar.

Namun, harapan itu tidak seindah bayangan karena proses persalinan itu ditolak oleh dua RS, RSU Aminah dan RSD Mardi Waluyo hanya karena mereka adalah pasien BPJS Kesehatan.

“Sebelumnya, saya memperiksakan istri ke Dokter Jamil. Oleh dia dirujuk ke RS Aminah, karena proses persalinan harus dengan operasi Caesar," katanya.

Namun oleh pihak RS katanya, Aminah ditolak dengan alasan kamar penuh. "Namun, dibelakang saya juga ada pasien melahirkan dengan menjadi pasien umum diterima, ini sangat janggal,” kata Mualik kepada BLITARTIMES (15/12/2015) dengan sedikit menitikkan air mata.

Mualik melanjutkan cerita, dia tidak menyerah dan menuju ke RSD Mardi Waluyo. Di rumah sakit milik Pemkot Blitar ini nasib mereka sama saja, ditolak dengan alasan kamar penuh.

Ironisnya, pihak RS tidak merekomendasikan hal apapun disaat istri Mualik sudah dalam kondisi sekarat dimana si jabang bayi tinggal menunggu jam terlahir ke dunia.

“Akhirnya kami memilih proses persalinan ke Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aminah dengan menjadi pasien umum. Yang saya pikirkan saat itu adalah anak saya segera lahir dan selamat sampai ke dunia, itu saja,untuk biaya saya pikir belakangan,” kata Ika, istri Mualik.

Lebih lanjut Mualik menyampaikan, karena hanya siap uang Rp 1,7 Juta saja untuk biaya persalinan anaknya ini maka untuk menutup biaya persalinan sebagai pasien umum dia harus berhutang ke tetangga dan saudaranya.

“Utang saya Rp 12 juta lebih, ini setiap hari saya ditagih oleh tetangga sampai malu saya. Saya pikir dengan menjadi pasien BPJS hanya butuh uang Rp 1,5 juta saja waktu itu, ternyata keadaanya seerti ini,” ungkapnya.

Apa yang diinginkan Mualik sebenarnya tidak muluk-muluk, dalam hal ini dia hanya ingin uangnya dikembalikan oleh pihak BPJS.

“Uang itu akan saya gunakan untuk membayar utang-utang saya,” terangnya. (*)