UNIK: Patung bersorban, peninggalan Kesultanan Demak, abad ke-16, menjadi koleksi Museum Topeng. (Foto: Rully Novianto/malangtimes)
UNIK: Patung bersorban, peninggalan Kesultanan Demak, abad ke-16, menjadi koleksi Museum Topeng. (Foto: Rully Novianto/malangtimes)

Di Kota Batu, ada patung peninggalan Kesultanan Demak, berbentuk manusia bertangan empat, berdiri di atas lembu, terbuat dari kuningan, tinggi 14 centimeter. Yang unik, patung tersebut bersorban. 

Jika anda penasaran, bisa melihat patung tersebut di Museum Topeng, lokasinya berada di dalam area Museum Angkut. Guide Museum Topeng, Lukas Naya Ola, menjelaskan, patung bersorban itu merupakan bukti syiar dakwah Sunan Kalijaga, yang telah menyebarkan agama Islam, dengan memadukan budaya Hindu dan Islam.

"Patung ini sebagai bukti pengaruh ajaran Islam yang diajarkan Sunan Kalijaga di tanah jawa," ucap Lukas kepada BATUTIMES.

Lebih rinci, Lukas menjelaskan, bahwa patung bersorban itu biasa ditemukan di daerah pesisir, dan biasa dikenal dengan nama patung Gresikan. Menurutnya, patung tersebut dibuat oleh masyarakat   pesisir, khususnya di Jawa Timur.

"Diperkirakan patung tersebut dibuat masyarakat pesisir, dan banyak ditemukan diera pra Kesultanan Demak, atau berakhirnya Kerajaan Majapahit," imbuh Lukas.

Lukas menambahkan, bahwa patung tersebut memiliki motif yang berbeda dengan era Kerajaan Majapahit. Menurutnya, semua motif patung di era Majapahit menggambarkan tentang dewa. Namun patung Gresikan, lebih banyak menggambarkan kegiatan masyarakat sehari - hari, dan tokoh prajurit dari Kesultanan Demak.

"Patung ini berbeda motif, sebagai penanda berakhirnya Kerajaan Majapahit berganti ke era Islam," jelas Lukas.

Karena motifnya berbeda, maka peruntukannya juga berbeda. Lukas, mengatakan, bahwa patung bersorban itu berfungsi sebagai mainan anak - anak atau hiasan, bukan untuk ritual keagamaan. (*)