Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Diskopindag Kota Malang Klaim WTI Mampu Kendalikan Inflasi hingga 10%

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Heryanto

18 - Apr - 2024, 18:32

Placeholder
Ilustrasi WTI di Pasar Dinoyo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mengklaim bahwa keberadaan warung tekan inflasi (WTI) memberikan kontribusi dalam stabilitas bahan pangan di Kota Malang. Baik dari segi harga maupun ketersediaan. 

Termasuk pada saat moment Libur Lebaran 1445 beberapa waktu lalu. Menurut Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, keberadaan WTI dinilai cukup berpengaruh dalam memasok kebutuhan sejumlah komoditi selama lebaran laku. 

"WTI itu sudah bisa sangat berpengaruh terhadap harga barang terutama beras, kemudian bawang merah sama cabai," ujar Eko. 

Menurut Eko, dampak atas keberadaan WTI sendiri sebenarnya sudah nampak sejak akhir tahun 2023 lalu. Bahkan menurutnya, jika dibandingkan dengan lebaran beberapa waktu lalu, dampak lebih signifikan saat akhir tahun 2023. 

"Karena inflasi langsung turun di bawah Nasional dan Jawa Timur. Kalau sekarang ya turun tetapi masih bisa terjangkau," imbuh Eko.

Namun demikian, Eko mengatakan agar dapat lebih optimal dalam menjaga stabilitas pangan, WTI harus tetap dikolaborasikan dengan program lain yang memiliki tujuan serupa. Misalnya Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar hingga Kios Pangan yang baru saja direncanakan. 

"Harus didukung oleh program yang lain, pasar murah, kios pangan, gerakan pangan murah, operasi pasar, itu harus saling kolaborasi," kata Eko. 

Bahkan dari datanya, keberadaan WTI disebut telah berkontribusi dalam menurunkan inflasi hingga 10 persen. Yang di dalamnya juga diikuti harga bahan pangan yang berangsur stabil dan turun. 

"Ya bisa menekan sampai 7-10 persen (penurunan). Misalkan harga Rp 70 ribu di sana sekarang sudah bisa sampai Rp60 ribu. Inflasi sekarang saya belum monitor," jelasnya. 

Namun dalam hal ini dirinya menegaskan, keberadaan WTI memang difungsikan secara insidentil. Terutama saat dibutuhkan upaya dalam mengendalikan inflasi, terutama akibat naiknya sejumlah komoditi. 

"WTI memang untuk momen tertentu, kalau kita terus melakukan WTI kan kasihan pedagangnya. Ketika harga naik nah WTI turun, insidentil lah," pungkas Eko. 


Topik

Pemerintahan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Heryanto