Alat penguapan milik BMKG yang rusak dan belum diganti. (Foto: Taufiq Khafi/maduratimes)
Alat penguapan milik BMKG yang rusak dan belum diganti. (Foto: Taufiq Khafi/maduratimes)

JATIMTIMES, MADURA - Alat pengukur suhu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur yang ada di Madura rusak. Akibatnya, prakiraan cuaca di Madura tidak bisa dilaporkan kepada BMKG selama sepuluh hari terakhir.

Musyaffa, petugas BMKG di Kabupaten Sampang mengatakan, peralatan yang rusak di antaranya alat penguapan, alat pengukur angin, alat pengatur suhu, alat deteksi pemanasan global dan alat pendeteksi getaran bumi.

"Sudah 10 hari saya tidak laporan ke BMKG Surabaya karena alatnya rusak," terang Musyaffa, Jumat (14/8/2015).

Sebagai satu-satunya alat BMKG di Madura, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh warga Pamekasan khususnya. Apalagi sekarang musim kemarau banyak petani yang menanam tembakau dan mendedar garam. Mereka para petani, sangat tergantung kepada situasi cuaca.

"Ketika ada yang minta informasi cuaca, saya katakan alatnya sedang rusak," imbuh Musyaffa.

Kerusakan itu sudah disampaikan ke BMKG Surabaya. Namun belum bisa secepatnya diganti karena peralatannya tidak bisa dibeli di Indonesia karena alat itu merupakan produk China. Alat yang rusak informasinya, akan diganti produk Jerman yang lebih berkualitas. "Katanya seminggu lagi baru akan diganti," kata Musyaffa.

Alat ukur cuaca itu, dibangun tahun 2014 oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dan merupakan satu-satunya di Madura. (*)