Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Profil Muktamar Ke-33 NU

Inilah Surat Ketidakbersediaan Gus Mus Jadi Rais Aam PBNU

Penulis : Khoirul Anwar - Editor : Redaksi

06 - Aug - 2015, 10:35

Placeholder
KH Mustofa Bisri dan surat ketidaksediaannya menjadi Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES, JOMBANG – Usai pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Mustofa Bisri menitipkan surat yang kedua kalinya, yang menjelaskan bahwa dirinya benar-benar tidak ingin menerima amanah menjadi Rais Aam PBNU.

Setelah mendapat surat dari Gus Mus tersebut, Pimpinan sidang, Ahmad Muzakki, langsung membacakan surat dari KH Ahmad Mustofa Bisri. Maka, secara otomatis Wakil Ketua Rais Aam PBNU, dijabat oleh DR KH Ma'ruf Amin. "Setelah KH Mustofa Bisri resmi menyatakan ketidakinginannya menjadi Rais Aam, maka DR KH Ma'ruf Amin menjadi Rais Aam PBNU, periode 2015 - 2020," jelas Ahmad Muzakki.

Inilah surat resmi dari KH Ahmad Mustofa Bisri:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Hadhratul Afadhil Sadatil Masyayikh Ahlul Halli Wal Aqdi Al-A'izza' Hafizhahumullahu ta'ala.

“Seperti kita ketahui muktamar kita sekarang ini diwarnai oleh sedikit kisruh yang tersebar dari adanya dua kelompok yang masing-masing menginginkan jagonya-lah yang menjadi Rais Aam. Satu berusaha mempengaruhi muktamirin untuk memilih satunya (A), satunya lagi memilih (B). Dan, sistem ahlul halli wal ‘aqdi pun dianggap sebagai alat oleh salah satu kelompok tersebut.

Oleh karena itu, demi keselamatan jam’iyah dan sekaligus mengayomi kedua belah pihak yang bersaing tersebut, sebaiknya ahlul halli wal ‘aqdi tidak memilih dua nama yang dijagokan kedua belah pihak tersebut (A ataupun B).

Jabatan Rais Aam biarlah diserahkan kepada salah satu dari ahlul halli wal ‘aqdi yang paling mendekati kreteria-nya yang paling faqih dan paling tua dari mereka (anqahuhum wa akbaruhum…)

Sedangkan untuk Ketua Umum Tanfidziyah, barulah Rais Aam terpilih merestui semua calon agar muktamirin bisa bergembira memilih pilihannya sendiri-sendiri.

Terima kasih dan mohon maaf.

Sekedar diketahui, bahwa dalam Muktamar ke-33 NU, DR KH Said Aqil Siradj terpilih menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dengan mendapatkan 287 suara, DR KH As'ad Said Ali, mendapatkan 107 suara, KH Shalahudin Wahid, meraih 10 suara, KH Idrus Ramli, 1 suara, KH Mustofa Bisri, 1 suara, KH Hilmi Muhammadiyah, mendapatkan 3 suara. (*)


Topik

Profil Muktamar-ke-33-Nahdlatul-Ulama Hasil-Muktamar-ke-33-NU



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Khoirul Anwar

Editor

Redaksi