Mr. X Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Aliran Sungai Brantas Kota Malang
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - Dec - 2024, 04:16
JATIMTIMES - Sosok mayat ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas, Jalan Bougenvile Bawah, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (14/12/2024). Hanya saja, sosok mayat sebut saja Mr. X ini masih belum diketahui identitasnya.
Penemuan mayat tersebut hanya diketahui jenis kelaminnya, yakni pria. “Untuk identitasnya masih belum diketahui,” ungkap Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, saat dikonfirmasi.
Baca Juga : Masih 11%, Dispendukcapil Kota Malang Kebut Aktivasi IKD
Yudi membeberkan kronologi ditemukannya mayat tersebut di aliran Sungai Brantas. Kejadian ini diketahui seorang warga bernama Sri Setyoningsih saat akan mengunjungi orang tuanya.
Kemudian Sri Setyoningsih saat tengah berjalan kaki di tepi Sungai Brantas, melihat ada benda seperti boneka yang terapung di sungai. Merasa curiga, Sri Setyoningsih memanggil warga sekitar bernama Setyo Wahono yang saat itu tidak jauh dari lokasi.
“Jadi setelah dipanggil, Setyo langsung menghampiri yang diduga boneka. Ternyata bukan boneka melainkan sebuah mayat yang terapung,” imbuh Yudi, Minggu (15/12/2024).
Mendapati temuan mayat tersebut, dua warga tersebut menginformasikan kepada warga sekitar. Lalu warga melaporkan temuan mayat tersebut ke Polsek Lowokwaru.
“Selanjutnya Kapolsek Lowokwaru berkoordinasi dengan pihak BPBD Kota Malang untuk melakukan evakuasi korban ke pinggir sungai,” terang Yudi.
Baca Juga : Baru Berusia Sekitar 4 Bulan, Jalan JLS Rusak Tergerus Longsor
Polsek Lowokwaru juga melakukan koordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Malang Kota, untuk melakukan identifikasi jenazah dengan menggunakan alat mambis. Alat tersebut digunakan untuk pendeteksi khusus mengecek identitas korban tanpa identitas di TKP.
“Alat ini dapat menempelkan sidik jari korban di Mambis untuk mengetahui identitasnya mengingat tidak ditemukan identitas diri pada mayat tersebut,” kata Yudi.

Setelah dilakukan evakuasi, saat ini korban masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
