Inflasi 3,04 Persen, Pj Gubernur Adhy Sebut Harga Bahan Pokok Selama Ramadan dan Lebaran Terkendali

17 - Apr - 2024, 12:51

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono di sela acara Halalbihalal Idul Fitri 1445 H/2024 M, Selasa (16/4/2024) di Halaman Kantor Setdaprov Jatim, Surabaya.


JATIMTIMES - Pj Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono menyebut bahwa persediaan dan harga bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran di Jatim relatif stabil. Hal tersebut disampaikan di sela acara Halalbihalal Idul Fitri 1445 H/2024 M, Selasa (16/4/2024) di Halaman Kantor Setdaprov Jatim, Surabaya.

"Jawa Timur kemarin selama Ramadan, menjalang puasa dan libur Lebaran, Alhamdulillah stabilitas ketersediaan bahan pokok sangat terjaga dan kondusif,” tutur Adhy Selasa (16/4/2024).

Baca Juga : Daftar Tarif Tol Trans Jawa Selama Mudik Lebaran 2024

Menurut Adhy, harga bahan pokok yang memiliki pengaruh besar di Jawa Timur adalah harga beras. Dikatakannya, meski mengalami kenaikan, harga beras di Jatim dibandingkan dengan provinsi lain memiliki harga lebih rendah.

“Kalau selalu diperbandingkan provinsi di luar Jawa Timur, khususnya Pulau Jawa selalu Jawa Timur harganya masih lebih rendah,” jelasnya. 

Adhy menjelaskan, indikator penting yang jadi perhatian Pemprov Jatim adalah inflasi. Diterangkannya, sepanjang Ramadan, baik provinsi maupun masing-masing kabupaten/kota mengalami sedikit kenaikan tingkat inflasi.

"Walaupun Provinsi Jawa Timur Year on Year-nya inflasi 3,04 poin, jumlah tersebut masih di bawah nasional dan masih dalam batas wajar range yang sudah ditentukan oleh pemerintah yaitu 2,5 persen plus minus,” jelasnya. 

“Artinya, dari sisi indikator ekonomi kita sudah bisa mengendalikan. Dan mudah-mudahan setelah lebaran inflasi akan turun. Karena berikutnya akan evaluasi tiga bulanan. Oleh karena itu, kita berharap semua bekerja keras, semoga efek dari lebaran sektor ekonomi bisa meningkatkan kesejahteraan kita,” sambungnya. 

Terkait ketersediaan BBM dan elpiji, Adhy menyebutkan, Jatim mengalami peningkatan sebesar 17 persen, sehingga ketersediaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan yang melonjak selama Ramadan hingga lebaran. 

“Ketersediaan sembako penting, harganya juga. Selain itu, ketersediaan elpiji dan BBM menjelang Lebaran juga tidak kalah pentingnya," ungkapnya. 

Baca Juga : Viral Dua Keluarga Bermotor Masuk Jalur Tol Penompo-Mojokerto

Sementara itu, Adhy juga bersyukur pengendalian arus mudik dan balik di Jatim bisa berjalan lancar. Dikatakannya, jumlah pemudik ke Jatim naik 16,2 persen  atau 31,2 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak.

"Walaupun kenaikannya yang terbesar adalah Jawa Timur. Selama kurun waktu 10 hari, kami tidak mendengar adanya persoalan-persoalan yang krusial. Kami bisa memastikan bahwa Jawa Timur terkendali, aman, lancar dan tingkat laka lantasnya itu terendah,” kata Adhy. 

Hal tersebut menurutnya berkat kerja keras semua pihak, baik dinas ataupun instansi yang langsung bekerja di lapangan. Karena itu, kepada seluruh keluarga besar Pemprov Jatim, Adhy pun mengucapkan terima kasih atas kinerjanya selama ini dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok, serta menjaga kondisi arus balik mudik Lebaran yang aman. 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pemprov Jatim atas kerja kerasnya dalam menjaga ketersediaan dan kewajaran harga bahan pokok atau sembako yang memang penting, supaya tetap berjalan dengan baik, stabil, kondusif, dan tidak ada persoalan," ucap Adhy. 


Topik

Ekonomi, Inflasi, stabilitas ekonomi, Jawa Timur, pemprov jatim,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette