Koordinator Mahasiswa Abdur saat menggelar press rilis. (eko Arif s /JatimTimes)

Koordinator Mahasiswa Abdur saat menggelar press rilis. (eko Arif s /JatimTimes)



 

Setelah beberapa waktu lalu muncul penolakan dari sebuah organisasi kemasyarakatan di Kediri, kini giliran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur, menolak keras acara Brother Fest 2019. Rencananya acara tersebut akan digelar pada tanggal 13-14 Juli di GOR Jayabaya Kota Kediri.

Dasar dari penolakan ini, karena mereka menganggap diduga diindikasi acara yang dikemas dalam wujud festival keagamaan tersebut berisi paham tentang radikalisme oleh organisasi yang dilarang oleh Pemerintah." Terindikasi, bahwa dakwahnya paham paham radikalisme," terang Abdur selaku koordinator mahasiswa kepada sejumlah wartawan saat menggelar press rilis, (12/7/19) sore.

Lebih lanjut Abdur mengakui jika kabar terakhir menyebutkan jika pelaksanaan kegiatan tersebut gagal diselenggarakan. Sementara itu Kasat Intelkam  Polres Kediri Kota AKP Ponidi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, jika pihaknya sama sekali tidak menerima surat pemberitahuan terkait kegiatan yang dimaksud. Meski demikian jauh hari sebelumnya ia sudah lebih dulu mendengar dan mendapat informasi  bahwa kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di Gelanggang Olah Raga Jaya Baya Kota Kediri tanggal 13- 14 juli 2019.

"Surat ke saya aja belum ada, disini saya tidak ada mengatakan izin, saya mengatakan bahwa kegiatan itu tidak ada. Saya anggap kegiatan itu tidak ada, karena saya sudah jauh jauh sudah tahu kegiatan itu.  Makanya saya antisipasi duluan," kata AKP Ponidi yang mengaku tidak menerima sama sekali surat pemberitahuan terkait rencana  kegiatan itu.

Ditambahkan AKP Ponidi, Sikap penolakan terkait kegiatan tersebut  juga disuarakan oleh Ansor, Banser dan elemen masyarakat lainya. Disamping itu,  AKP Ponidi juga mengajak dan mengimbau  semua elemen masyarakat di Kediri untuk bersama sama saling menjaga kondusifitas Pasca Pileg dan  Pilpres 2019 lalu.

"Ayo kita sama sama menjaga kondusifitas, pasca Pileg dan Pilpres ini. Intinya itu, tidak dilaksanakanya bukan karena izin, karena menjaga kondusifitas pasca Pileg dan Pilpres intinya itu,"tandas Ponidi.


End of content

No more pages to load