Antara Gus Ali Dan Sanusi serta nama lain di luar partai

Antara Gus Ali Dan Sanusi serta nama lain di luar partai


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Menuju Kursi Pringgitan 2020  10

Elektabilitas dan popularitas Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad atau Gus Ali, sedang tinggi-tingginya. Jejak rekamnya mengomandani PKB telah memecahkan rekor di Kabupaten Malang. 

Finish dengan 12 kursi legislatif dan mampu menyumbang satu kursi di DPR RI atas namanya sendiri menjadi catatan tersendiri bagi Gus Ali.

Bahkan, beberapa pemerhati politik Malang Raya, menyampaikan, Gus Ali lebih besar peluangnya mendapatkan rekom DPP untuk maju sebagai calon bupati 2020 datang dibandingkan dengan Sanusi yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Malang.

Bila kemungkinan itu terjadi, maka Sanusi memiliki dua pilihan. Pertama, bila namanya juga mendapat rekom untuk maju, maka posisinya sama dengan jabatannya di pilbup 2015 lalu. 

Persoalan yang timbul adalah, siapkah Sanusi untuk kembali menjadi orang kedua di Kabupaten Malang? Sedangkan saat ini dirinya tinggal menunggu adanya surat Kemendagri untuk menjadi Bupati Malang. Sehingga, lahir pertanyaan, bersediakah Sanusi menjadi orang kedua lagi? Dengan kapasitasnya yang juga berpeluang menjadi calon bupati Malang 2020?.

Pilihan kedua, dimungkinkan untuk dipinang parpol lainnya yang membentuk koalisi. Terutama dari Gerindra serta beberapa partai lainnya yang tidak bisa mengusung sendiri calon dari kadernya. 

Bila pilihan kedua ini yang diusung, bisa terjadi Sanusi akan berduet dengan kader Gerindra, Chuzni Mubarok atau Moreno Soeprapto. Walau tidak juga menutup kemungkinan tokoh dari akademisi dan birokrat Kabupaten Malang yang mengisi bursa nama di Pilkada 2020.

Misalnya, Prof Muhammad Bisri eks Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang atau Didik Budi Muljono (Sekda Kabupaten Malang). Apalagi dua nama ini juga memiliki kans besar untuk mewarnai pilkada 2020. 

Bahkan nama-nama tersebut, dilihat dari kriteria yang diharapkan memiliki integritas dan menguasai konsep serta design baik dalam pembangunan. Andai skenario itu yang terjadi, dimungkinkan juga "loyalis" Sanusi akan pindah gerbong dari PKB.

"Pak Sanusi lebih cocok tentunya diusung. Selain kader lama PKB dan pernah menempati berbagai posisi serta ikut juga membesarkan partai ini," ucap salah satu kader NU yang tidak berkenan disebut namanya kepada MalangTIMES, Jumat (12/07/2019).

Tapi, lanjutnya, bila memang itu terjadi, maka dirinya secara pribadi akan juga melabuhkan pilihannya. "Tentunya seperti itu. Dan kalau itu juga terjadi Pak Sanusi akan lebih cocok didampingi dari akademisi. Prof Bisri menurut saya akan lebih menguatkan beliau," ujarnya.

Nama Didik Budi Muljono pun, bila disandingkan akan lebih mempermudah Sanusi bila kembali menjadi N-1. Pasalnya, kedua nama ini sampai saat ini seiring menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Malang.

Gus Ali di kesempatan terpisah, tidak memberikan pernyataan terkait hal itu. Bagi dirinya, urusan siapa yang akan diusung adalah ranah DPP. "Itu ranah di pusat. Nanti pada waktunya pasti akan diketahui siapa yang mendapat mandat untuk mewakili PKB," ujarnya singkat.

Bila skenario bergeser tempat, dimana Sanusi yang mendapat rekom maju sebagai calon dalam Pilkada 2020 maka dimungkinkan pihak luar untuk mengisi posisi calon wakil bupati. Kembali, peluang Prof Bisri, Didik Budi dan juga Umar Usman sebagai ketua NU Kabupaten Malang, terbuka. 

Tiga kekuatan yang mewakili unsur berbeda ini yang nantinya akan memiliki peluang besar mendampingi calon Bupati Malang 2020. Baik nantinya Sanusi atau kah Gus Ali yang akan melaju dengan rekom dari DPP PKB. 

Kalaupun mengawinkan kedua kadernya, PKB tentunya akan berhitung dengan lawan-lawan politiknya yang dimungkin akan bergabung satu sama lainnya. Sehingga peluang calon wakil pun masih terbuka, seperti juga disampaikan oleh Ketua DPD PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, beberapa waktu lalu. Bahwa pihaknya memprioritaskan kader partai, tapi tidak menutup kemungkinan membuka ruang untuk pihak luar.


 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load