Kasubag Pemerintahan dan Aparatur Desa Bagian Pemerintahan  Tulungagung,  Yudi Irwanto (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kasubag Pemerintahan dan Aparatur Desa Bagian Pemerintahan Tulungagung, Yudi Irwanto (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Sejumlah petahana tumbang dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Tulungagung pada 9 Juli lalu. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan. Pilkades serentak Tulungagung di ikuti oleh 239 desa di 18 kecamatan.

“Jumlahnya yang tumbang mencapai 25 persen,” ujar Kabag Pemerintahan Kabupaten Tulungagung melalui Kasubag Pemerintahan dan Aparartur Desa, Yudi Irwanto, Jum’at (12/7/19).

Untuk kades yang masih bertahan dalam pilkades jumlahnya mencapai ratusan, sekitar 128 kades. Untuk kades baru ada sekitar 111 kades.

“terbanyak dari Kecamatan Gondang, dari 19 desa hanya 4 kades petahana yang bertahan,” terang pria bertubuh tambun itu.

Hingga H+3 pelaksanaan pilkades, pihaknya baru menerima 1 pengaduan pilkades. Pengaduan itu dari desa Plosokandang kecamatan Kedungwaru.

“Info resmi pengaduan yang sampai ke kita baru dari Desa Plosokandang,”kata Yudi.

Pengaduan yang diampaikan terkait keberatan surat suara yang tidak sah yang mencapai 933 surat suara teknis penghitungan suara yang tidak transparan lantaran tertutup bagi khalayak umum.

“Kan saat penghitungan sudah ada saksi,” sanggah Yudi.

Selain itu teknis pencoblosan yang dianggap kurang di sosialisasikan juga menjadi materi pengaduan dari salah satu calon kades di Desa Plosokandang.

Padahal, teknis pencoblosan sudah disampaikan oleh panitia pada awal sebelum pencoblosan.

“Informasi yang ada sudah disampaikan oleh panitia, nanti jawaban panitia seperti apa, kinerja panitia seperti apa kita tunggu,” jawab Yudi.

Sesuai peraturan daerah nomer 2 tahun 2015 tentang kepala desa pasal 45, panitia diberi waktu 2 hari untuk menjawab keberatan yang diajukan oleh cakades, terhitung sejak penandatangan berita acara pilkades.

Meski begitu, pengaduan ini tidak akan menimbulkan pemilihan ulang di desa yang dimaksud. Yudi beralasan apa yang dilakukan panitia sudah sesuai dengan perda.

“Ini tentang teknis saja, saya rasa tidak bertentangan dengan Perda kita,” ungkap Yudi.

 


End of content

No more pages to load