foto istimewa

foto istimewa


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Menuju Kursi Pringgitan 2020  6

Setelah nama Prof Mohammad Bisri dan Hari Cahyono, dari kalangan non partai yang dimungkinkan merubah arah politik Pilkada 2020 di Kabupaten Malang, ada juga dari kalangan pejabat Pemkab Malang. Dua nama pejabat teras Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang ini pun, meramaikan bursa balon Kepala Daerah.

Dua pejabat itu, Didik Budi Muljono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang dan Tomie Herawanto yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Munculnya dua nama itu, memang cukup mengejutkan. Tapi, dari beberapa pernyataan yang dihimpun MalangTIMES.com, dua sosok pejabat Pemkab Malang ini memang memiliki persona yang mampu memikat hati partai politik (parpol).

Didik Budi Muljono, merupakan ASN yang kenyang makan asam garam kepemerintahan di Kabupaten Malang. Tercatat beberapa kursi pernah dicicipinya. Misalnya Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Kepala Badan Pendapatan Daerah dan akhirnya sampai di kursi Sekda Kabupaten Malang di tahun 2017 lalu.

Menuju masa pensiun di tahun depan, waktu luang akan menjadi kesempatan lebih bagi Didik untuk menguatkan sosoknya dalam kancah Pilkada 2020. "Para balon Kepala Daerah dari unsur birokrasi tentunya memiliki potensi. Didik, misalnya, tentu telah kenyang dengan pengalaman dalam pemerintahan. Sosoknya dibutuhkan bagi parpol yang akan mengusung kadernya," kata Abdul Musawir Yahya, dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Jawa Timur (PGK JT), Rabu (10/07/2019) kepada MalangTIMES.com.

Sosok Sekda yang memiliki tugas  membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah serta pelayanan administratif. Menjadi poin penting bagi para kader dari parpol yang akan diusung dalam Pilkada 2020 nantinya. "Jadi saya pikir dengan cukup banyaknya sosok potensial ini akan semakin memberikan pilihan yang menarik bagi masyarakat. Untuk memilih para pemimpinnya ke depan," ujar Abdul.

Kuda hitam kedua adalah sosok tegas yang mampu bertahan dengan sikapnya yang lurus dalam menjalankan tugas pemerintahan. Sosok sederhana ini adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.

Syarat pemimpin berupa integritas telah diperlihatkan oleh Tomie selama menjabat dua posisi strategis dama pembangunan di Kabupaten Malang ini. Pertama, saat dirinya menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, berupa perumahan maupun industri, bisa dibendung di era kepemimpinannya.

Walau harus berhadapan dengan berbagai tekanan, Tomie bersikukuh untuk tidak mengeluarkan rekomendasi adanya alih fungsi lahan pertanian. Ketegasannya juga terekam dalam berbagai jejaknya dalam memimpin OPD yang dipimpinnya. "Selama bapak bertugas di pertanian, proposal permintaan rekomendasi alih fungsi lahan tidak ada yang ditandatanganinya," ucap Slamet BS yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.

Sikap kukuh dan berani menantang siapapun yang tidak seusai dengan aturan yang berlaku, membuat Tomie didapuk menjadi Kepala Bappeda Kabupaten Malang. "Tomie memiliki potensi karena karakternya yang sederhana tapi tegas dan berani melawan siapapun yang menekannya untuk mendapatkan sesuatu yang dilarang aturan," ucap Abdul.

Dua sosok pejabat Pemkab Malang ini, akan menjadi kuda hitam dalam Pilkada 2020. Serta tentunya memiliki beberapa kriteria yang juga dibutuhkan oleh parpol dalam berkontestasi di tahun 2020. Mereka patut dan mumpuni bersaing dengan sosok tokoh masyarakat lainnya, seperti Umar Usman dan Hasan Abadi.


End of content

No more pages to load