Dua parpol peraih terbanyak kursi parlemen 2019, siap usung kader terbaiknya masing-masing (nusantaranews)

Dua parpol peraih terbanyak kursi parlemen 2019, siap usung kader terbaiknya masing-masing (nusantaranews)



Menuju Kursi Pringgitan 2020  2

Mesin partai politik (parpol) mulai bergerak dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 mendatang, berbagai persiapan pun dilakukan, baik yang terbuka untuk umum maupun yang sifatnya internal. 

Konsolidasi terus juga ditingkatkan di dalam parpol masing-masing dalam menghadapi kembali perebutan kursi kepala daerah.
Hal ini terlihat di berbagai parpol dengan raihan terbesar dalam pemilu 2019, seperti di Kabupaten Malang. 

Dimana, dua partai yakni PDI-Perjuangan dan PKB mengantongi 12 kursi legislatif dan memiliki peluang untuk mengusung kadernya sendiri. Torehan suara itulah yang dimungkinkan, kedua partai pengusung Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019, akan berhadapan satu sama lainnya.

Keduanya dimungkinkan juga mengusung kadernya masing-masing. Hal ini secara tegas juga disampaikan para petinggi kedua partai tersebut. Sebut saja pernyataan Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Sri Untari Bisowarno, yang namanya juga santer dibicarakan banyak kalangan sebagai calon kuat dalam Pilkada 2020. 

“Mesin politik kamu sudah panas dan siap menghadapi Pilkada 2020. Tentunya dengan kursi yang diperoleh PDI-Perjuangan bisa mengusung sendiri kadernya untuk menjadi calon kepala daerah. Seperti di Kabupaten Malang ini,” ucapnya beberapa hari lalu kepada MalangTIMES.

Target pemenangan pun telah digaungkan oleh PDI-Perjuangan dalam Pilkada 2020, yakni sebesar 60 persen secara nasional. “Kita optimis dengan target secara nasional itu,” ujar Sri Untari.

Sejumlah nama kader terbaik PDI-Perjuangan pun ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Dalam menghadapi kontestasi politik lima tahunan untuk memilih kepala daerah. Bahkan, di tingkat internal PDI-Perjuangan Kabupaten Malang, nama Hari Sasongko, yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang dan kembali terpilih menjadi wakil rakyat, dimungkinkan besar namanya tertulis dan jadi bahan pertimbangan DPP PDI-Perjuangan.

Hal ini disampaikan oleh Didik Gatot Subroto, Ketua terpilih DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Malang, yang menyatakan, “Nama beliau memang akan kita bawa dalam rapat konsolidasi. Saat ini masih pak Hari untuk kader di Kabupaten Malang,” ujarnya kepada MalangTIMES.

Nama Didik sendiri santer di masyarakat dan dimasukkan dalam bursa calon kepala daerah di tahun 2020. Kiprahnya sebagai kader PDI-Perjuangan juga menjadi perhatian besar dengan basis masa nyata di perdesaan. 

Nama lain kader PDI-Perjuangan yang memiliki kans masuk bursa adalah Sri Untari yang juga dikenal kader militan sekaligus kandidat kuat calon ketua DPD Jatim. Selain tentunya pendatang baru yaitu sang diva Krisdayanti yang namanya meroket setelah sukses mendulang suara di Pileg 2019. Serta mengantarkannya menjadi Caleg DPR RI dengan mengendari PDI-Perjuangan. 

Koordinator LSM Pro Desa, Kusaeri, menyatakan, beberapa kader PDI-Perjuangan tersebut memiliki potensi masuk bursa dalam Pilkada 2020. Walaupun dari segi popularitas, Kusaeri, lebih mengunggulkan Krisdayanti dibandingkan dengan nama lainnya. 

“Dilihat elektabilitas pada Pemilu 2019, Krisdayanti berpeluang besar melaju sebagai calon Bupati . Selain tentunya dia memang memilik popularitas yang tinggi sebagai seorang selebriti Indonesia,” ujarnya.

Dua laki-laki dan dua perempuan dari kendaraan yang sama inilah yang akan menjadi rival bagi PKB sebagai pesaing terberatnya di Kabupaten Malang dalam pilkada nantinya. 

Dengan perolehan kursi yang sama, persaingan kedua parpol ini sudah terlihat dalam memperebutkan kursi ketua di DPRD. Serta dimungkinkan keduanya juga akan bertarung sengit dalam Pilkada. Karena, PKB pun memiliki kader yang akan diusungnya sendiri. 

Miskari, politisi PKB, sempat menyampaikan kepada media terkait hal tersebut. Bahwa PKB optimis mengusung Sanusi yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Malang. “Dengan perolehan 12 kursi, kita optimis mengusung calon sendiri. Pilihan PKB ya tentunya pak Sanusi,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Walau masih pernyataan pribadi, Sanusi sebagai kader PKB disebutnya sebagai kader terbaiknya. Walaupun tentunya di tubuh PKB, menyeruak juga nama sang Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad atau Gus Ali. 

Performa Gus Ali yang memimpin PKB sampai meraih kursi 12 di Kabupaten Malang, merupakan prestasi tersendiri. Selain tentunya dirinya juga mampu menyingkirkan pesaing lainnya di kancah DPR RI dan memberi satu kursi bagi PKB di senayan.

Bahkan, sosok Gus Ali ini, menurut Abdul Qodir, pemerhati sosial politik Malang Raya, yang peluangnya lebih besar mewakili PKB sebagai calon Bupati Malang. 

“Gus Ali ini yang menurut saya lebih berpeluang daripada Sanusi untuk mendapatkan rekom DPP PKB. Kalau melihat jejak rekam keberhasilannya membawa PKB melejit suaranya di Kabupaten Malang,” ucapnya.

Sejumlah nama kader terbaik dari dua parpol besar pemenang Pileg 2019 di Kabupaten Malang ini, tentunya tidak akan “bersedia” apabila adanya koalisi dengan parpol lainnya dalam memperkuat suara dalam Pilkada 2020. 

Menjadi orang nomor dua atau sebagai calon wakil bupati Malang saja. Sehingga skenario dua parpol berhadap-hadapan dan bertarung dalam Pilkada sangat berpeluang terjadi. Tinggal bagaimana kedua parpol ini menarik bakol calon wakilnya nanti. 

Apakah akan menggabungkan koaliasi parpol saja ataukah menggandengkan para kader potensial tersebut dengan unsur dari luar partai. Baik yang datang dari akademisi, birokrasi maupun dari tokoh masyarakat yang menurut masyarakat juga memiliki jejak rekam baik.

 


End of content

No more pages to load