Kepulauan Khazar, Azerbaijan (istimewa)

Kepulauan Khazar, Azerbaijan (istimewa)



Tentu kalian tahu semakin meningkatnya jumlah populasi disetiap negara akhirnya akan meninggalkan berbagai masalah, salah satunya yaitu ketersediaan hunian bagi masyarakat.

Nah, menurut laporan PBB pada tahun 2050 jumlah populasi di dunia dipredisi mencapai 9,6 miliar. 

Jika hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi permasalahan yang sangat komplek di tengah menipisnya jumlah lahan yang ada.

Maka tak mengherankan jika banyak pengembang yang mengembangkan berbagai proyek menarik. 

Mereka berusaha memanfaatkan ketersediaan ruang yang ada dengan membangun perkotaan di atas pulau buatan, di bawah tanah, hingga di bawah laut.

Nah, berikut 4 kota masa depan paling menakjubkan di dunia :

1. Kepulauan Khazar, Azerbaijan

Kepulauan Khazar merupakan pulau buatan yang di bangun 25 kilometer sebelah selatan Kota Baku, Azerbaijan.

Kepulauan ini terdiri dari 41 pulau di wilayah seluas 3.000 hektare di Laut Kaspia, yang diperkirakan proyek ini akan menghabiskan sekitar 100 miliar dollar.

Avesta sendiri yaitu perusahaan yang membuat proyek ini merencanakan pulau ini akan selesai dibangun pada tahun 2022.

Yang nantinya akan membangun kota yang menjadi rumah bagi 1 juta penduduk, 150 sekolah, 50 rumah sakit dan beberapa universitas, pusat perbelanjaan, lapangan balap formula 1, hingga menara Azerbaijan yang akan menjadi gedung tertinggi di dunia.

Tak hanya itu saja, bahkan semua fasilitas di kepulauan ini akan mampu menahan gempa bumi berskala 9,0 skala Richter.

2. The King Abdullah Economic City, Arab Saudi

The King Abdullah Economic City adalah megaproyek yang diumumkan pada tahun 2005 oleh raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud , raja Arab Saudi saat itu .

Kota ini akan di bangun di sepanjang pantai Laut Merah, 150 kilometer utara Kota Jeddah, pusat komersial Arab Saudi. 

Kota ini juga berjarak sekitar satu jam dan 20 menit dari kota Mekah , 3 jam dari Madinah dengan mobil dan satu jam dari semua ibu kota Timur Tengah dengan pesawat.

Pembamgunan kota ini akan di kerjakan oleh Emaar Properties. 

Sebuah perusahaan yang terdaftar di Tadawul dibuat dari Emaar Properties, sebuah perusahaan saham gabungan berbasis di Dubai dan salah satu perusahaan real estat terbesar di dunia.

Total pembangunan proyek ini pun mencapai 67 mil, sehingga tak salah jika kota ini selesai di bangun luasnya akan mengalahkan Washington DC.

3. Gujarat International Finance Tec-City, India

Gujarat International Finance Tec-City atau biasa disebut GIFT City adalah distrik bisnis yang dipromosikan oleh Pemerintah Gujarat, melalui perusahaan patungan.

Kota pintar operasional pertama India tepatnya di Ahmedabad ini akan memakan lahan seluas 986 hektar.

Gagasannya sendiri dikembangkan selama Vibrant Gujarat Global Investor Summit 2007 dan sedang direncanakan oleh Institut Desain & Penelitian Arsitektur Tiongkok Timur (ECADI).

Area ini sendiri nantinya akan memiliki kawasan ekonomi khusus, zona pendidikan internasional, kota-kota yang terintegrasi, zona hiburan, hotel, dan bursa.

4. Songdo International Business District, Korea Selatan

Songdo International Business District adalah Kota Pintar yang dibangun dari nol di atas lahan reklamasi seluas 1.500 hektar, di sepanjang tepi perairan Incheon, 30 kilometer barat daya Seoul, Korea Selatan.

Di distrik ini sendiri nantinya akan dibangun gedung-gedung perkantoran dengan kelas dunia, perumahan, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas budaya. 

Dengan konsep Greenliving, yang dimana 40% lahan kota akan di alokasikan untuk ruang terbuka hijau.

Tidak hanya itu, kota inipun menggunakan sistem perpipaan bawah tanah untuk pembuangan limbah kota.

5. Madinat Al - Hareer, Kuwait

Madinat Al - Hareer adalah merupakan sebuah kota yang dibangun di Subiya, Kuwait Utara, yang direncanakan seluas 62.000 hektar.

Kota ini akan dibangun dalam fase individual dengan penyelesaian total 25 tahun, yang akan mencakup perumahan, pusat pendidikan, pusat kesehatan, bandara hingga gedung pencakar langit.

Pengembangan ini sendiri akan menelan biaya sekitar 25 miliar Kuwaiti Dinars atau setara dengan 132 miliar USD.

 


End of content

No more pages to load