Jpu Kejari Kota Malang, Dimas Adji Wibowo (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

Jpu Kejari Kota Malang, Dimas Adji Wibowo (Anggara Sudiongko/MalangTimes)



Putusan hukuman dua tahun enam bulan penjara terhadap dua mantan pengurus Yayasan Putera Indonesia Malang (YPIM), dianggap terlalu ringan oleh Jaksa Penuntutan Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Karena itu, JPU  Dimas Adji Wibowo bakal melakukan banding terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) terhadap dua terdakwa Kasus penggelapan dalam jabatan dan memasuki pekarangan tanpa izin, Rizwan Abudaeri, mantan Ketua II YPIM dan Ninik Damayanti, Bendahara YPIM. 

"Kami akan ajukan upaya hukum banding, Ada pertimbangan Hakim tak sesuai dengan tuntutan kita," ungkap JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Dimas  Adji Wibowo, yang ditemui MalangTimes (8/7/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dalam tuntutan sebelumnya, JPU menuntut dua terdakwa dengan tuntutan empat tahun enam bulan, sedangkan putusan sendiri selama dua tahun enam bulan. "Artinya di bawah dua pertiga dari tuntutan. Makanya kita ajukan banding," bebernya

Lanjutnya, juga terdapat satu dakwaan yang tidak dipertimbangkan Hakim, yang mana dakwaan pertama, terdakwa sebagai bendahara juga melakukan penggelapan pada saat tidak menjabat sebagai bendahara. Pada dakwaan kedua, terdakwa melakukan penggelapan dalam jabatan sebagai bendahara.

Dalam dua dakwaan penggelapan tersebut, Hakim menganggap, jika keduanya mempunyai inti yang sama, yakni tetap bermuara pada kasus penggelapan. Namun dari pihak JPU, tentu menganggap jika dalam dua dakwaan penggelapan tersebut memiliki perbedaan.

"Jadi ada dua perbuatan dalam waktu yang berbeda, saat masih menjabat sebagai bendahara dan saat sudah  tidak menjabat. Dan dakwaan melakukan penggelapan  saat sudah tidak menjabat itu, yang tidak dipertimbangkan oleh Hakim," jelasnya.

Dalam hal ini, semua dakwaan, pertimbangan-pertimbangan diambil alih oleh Majelis Hakim, termasuk dalam hal kerugian. Dalam dakwaan kedua, pada kasus tersebut kerugian sebesar Rp 6,6 miliar.

"Tapi kalau menurut saya kan kerugiannya keseluruhan Rp 7,7 miliar semua termasuk dakwaan kesatu. Dakwaan kesatu ini yang Tak dipertimbangkan oleh Hakim, nah dakwaan kesatu ini nantinya sebagai salah satu alasan mengapa kita mengajukan banding, Hakim salah menerapkan keputusan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, konflik rebutan pengelolaan antara Yayasan Putera Indonesia (YPI) dan Yayasan Putera Indonesia Malang (YPIM), sudah sampai sidang putusan. Hari ini( 8/7/2019), Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Djuanto SH, memutus dua terdakwa Kasus penggelapan dalam jabatan dan memasuki pekarangan tanpa izin, Rizwan Abudaeri, mantan Ketua II YPIM dan dan Ninik Damayanti, Bendahara YPIM dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara.

 


End of content

No more pages to load