Di kandang inilah, dua sapi Nasuri dicuri. (Agus Salam/Jatim TIMES)

Di kandang inilah, dua sapi Nasuri dicuri. (Agus Salam/Jatim TIMES)



Nasuri (52) Rabu (12/6), lagi apes. Dua ekor sapi yang dibelinya satu bulan yang lalu dicolong maling. 

Meski apes, duda yang tinggal di RT 3 RW 1 Dusun Sukun, Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, masih bisa dikatakan beruntung.  Sebab, satu ekor sapinya ditemukan. Sedangkan sapi yang lebih besar seharga Rp 9 jutaan dibawa kabur pencuri. Hingga Rabu siang, pencarian tetap dilakukan, namun belum membuahkan hasil. 

Hal tersebut diungkap Muhammad Holil (64), kakak Ipar Nasuri, Rabu (12/) siang di rumahnya. Disebutkan, sapi milik adik iparnya itu diketahui tidak ada di kandang sekitar pukul 02.00 dini hari.

Malam itu, Nasuri yang terbangun karena kakak perempuannya bersitegang dengan menantunya. Ia yang tidur sendiran di rumah sisi timur rumah kakak perempuannya langsung menuju kandang di belakang rumahnya. Ternyata dua ekor sapi sudah tidak ada di kandang. “Nasuri terbangun karena kakaknya atau mertua saya memarahi menantunya. Mungkin menantunya itu dikira anaknya sendiri,” tandas Holil.

Selama ini mertuanya tidak pernah menegur apalagi memarahi menantunya. Menantu tersebut disuruh masuk oleh mertuanya karena sudah pukul 02.00 dini hari masih main handphone. Dimarahi dengan suara keras, sang mantu masuk rumah dan tidur. “Mungkin kalau tidak ada suara keras, Nasuri tak akan bangun," ucapnya.

Holil menjelaskan, informasi yang didapat dari warga yang mengetahui pelaku saat membawa sapi menyebut. Sapi yang besar yang dibeli Nasuri Rp 9 juta dikawal 4 pelaku. Sedangkan sapi yang lebih kecil seharga Rp 6 juta dikawal 3 orang. Dengan begitu, diperkirakan jumlah pelaku ada 7 orang. “Yang besar saja yang dibawa kabur. Yang kecil dilepas oleh pelaku. Ketemu di barat SMPN 2 Sumberasih, Muneng,” ujarnya.

Dari jejak kaki sapi, Holil menyebut, pelaku membawa 2 sapi Nasuri  ke arah selatan. Kemudian setelah melepas sapi yang kecil di barat SMPN 2 Sumberasih, pelaku kembali lagi ke utara dan lewat jalan Desa Jangur.

 Holil dan warga tidak tahu, mengapa pelaku kembali lagi ke utara setelah kabur ke selatan. “Nggak tahu kok kembali lagi ke utara. Jejak terakhir di jalan Desa jangur,” tambahnya.

Menurut dia,  di lingkungannya, sudah lama tidak ada aksi pencurian hesan (curwan) sapi. Hilangnya sapi Nasuri merupakan kejadian pertama pasca-Lebaran. 

Ditambahkan, 2 sapi itu, awalnya satu ekor yang kemudian dijual dan dipecah atau dibelikan 2 ekor. Saat ditanya ke mana pemilik sapi, Holil mengatakan Nasuri sedang sakit 4 bulan yang lalu. “Sakit 4 bulan yang lalu. Yang ngaritkan sapinya ya gantian. Kalau Nasuri sudah tidak mampu ngarit,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load