Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Samsul Hidayat (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Samsul Hidayat (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Peredaran narkoba di Kota Malang masih saja ada dan seakan tak ada habisnya.  Itu terbukti dari aksi Polres Malang Kota  yang membekuk tujuh pelaku dalam waktu dua hari saja.

Dari tujuh pelaku, tiga pengguna narkoba jenis ganja. Sedangkan empat lainnya pengguna sabu.

Pertama polisi membekuk AIA alias Ahmad (22), warga Jl Jati, RT 002 RW 006, Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ahmad yang merupakan seorang cleaning service di salah satu rumah sakit tersebut dibekuk saat tengah bekerja pada 31 Mei 2019 lalu.

Penangkapan Ahmad bermula dari informasi yang didapat petugas. Yakni Ahmad membawa sebuah paket ganja seberat 1,25 gram yang disimpan di dompetnya.

Kemudian pada hari yang sama, petugas juga berhasil menangkap seorang sopir bernama JJS (18), warga Jl Bandulan VIII/K I – No 3 RT 002 RW 006, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang atau Jl Bandulan VI/B II – 20 RT 004 RW 006.

Tak hanya sendiri. JJS juga ditangkap bersama rekannya,  seorang kuli bangunan yang juga merupakan pengguna, yakni FOF (18) yang juga tinggal di Jl Bandulan VI/ B II – 20 RT 004 RW 006.

Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan dua paket sabu yang dikemas dalam plastik klip kecil dengan total  seberat 0,78 gram. Keduanya ditangkap saat berada di tepi Jalan LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari situ, tim lain Satreskoba Polres Malang Kota, pada tanggal yang sama, yakni 31 Mei 2019, sekitar pukul 23.45 WIB kembali berhasil membekuk dua budak narkoba. Yakni GH alias Gandul (27), warga Jl Gadang Gg.VI / 52 A RT 005 RW 006, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan temannya YA alias Hadi (26), warga Jl Gadang Gg.VI / 17 RT 007 RW 006.

Dari tangan kedua budak sabu tersebut, lagi-lagi polisi juga menemukan dua paket kecil sabu yang total beratnya mencapai 3,15 gram. Barang itu sebelumnya sempat disembunyikan dalam bungkus rokok.

Keesokan harinya, 1 Juni 2019, sekitar pukul 07.00 WIB, polisi kembali menangkap  seorang pria bernama IDE (27), Jl Gadang Gg 6 No 44 RT 005 RW 006.

Beruntung saat menangkap IDE, petugas jeli dan berhasil  menemukan satu bungkus rokok berisi ganja dan juga satu bungkus kertas berisi ganja. Berat barang haram yang dimiliki pelaku sebesar 6,15 gram.

Dari IDE, kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tetangganya bernama EW (31) alias Kesom. Dari tangannya juga ditemukan barang bukti dua kotak berisi ganja dan biji ganja. Berat total dari barang yang diamankan dari IDE seberat 2,15 gram.

"Dari tangan satu AAR ini, BB yang diamankan cukup banyak. Ada bungkus kertas warna cokelat berisi ganja, dua bungkus kertas warna cokelat berisi ganja yang diisolasi plastik warna cokelat dan dua timbangan elektrik," beber Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Samsul Hidayat (11/6/2019).

Saat ini, para pelaku masih terus diperiksa secara intensif oleh petugas untuk mengungkap asal muasal mereka mendapatkan barang haram tersebut. "Pasal yang diterapkan sementara kepada pelaku JJS, FOF, Gandul dan Hadi dikenakan pasal Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UUbRI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun. Sedangkan empat tersangka lain sementara dikenakan Pasal 111 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Yang jelas saat ini pengembangan masih dilakukan," pungkasnya.


End of content

No more pages to load