Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghaffur (Kiri) dalam sebuah acara (Agus Salam/Jatim TIMES)

Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudiyanto Ghaffur (Kiri) dalam sebuah acara (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Kota Probolinggo terhadap salah satu anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak bisa dilakukan. Sebab, masa bhakti DPRD periode 2014/2019, tinggal 3 bulan. Sementara syarat PAW minimal 6 bulan.

Pernyataan tersebut diungkap ketua DPRD setempat Agus Rudiyanto Ghaffur, Rabu (28/7) sore. Menurutnya PAW terhadap H Yusuf Susanto salah satu anggota DPRD yang meninggal beberapa waktu lalu, tidak bisa dilakukan. Mengingat, anggota DPRD yang meninggal atau berhalangan tetap bisa diganti minimal sisa waktu masa bhakti DPRD 6 bulan.

Sedang massa bhakti DPRD periode 2014/2019, tinggal 3 bulan yakni berakhir pada akhir Agustus tahun ini. Karenanya, anggota DPRD yang awalnya 3 orang berkurang menjadi 2 anggota dan sampai akhir masa bhakti tetap alias tidak bertambah. Untuk itu, PPP yang awalnya memiliki fraksi, kini tidak memiliki fraksi.

“Jadi Fraksi PPP bubar. Karena dewan PPP sekarang hanya 2 orang. Kan minimal 3 untuk membentuk fraksi. Menyesuaikan dengan alat kelengkapan dewan. Yakni Komisi, Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus),” jelas ketua DPRD.

Dengan demikian, 2 anggota dewan PPP tidak bisa masuk menjadi anggota alat kelengkapan dewan dan tidak berhak mendapat dana dari APBD. Sebab, jika parpol tidak memiliki fraksi, maka tidak menerima dana alat kelengkapan dewan. “Memang dana dari APBD sudah ada karena dulu PPP punya fraksi. Karena sekerang tidak punya fraksi, maka dananya tidak bisa dicairkan,” tandasnya.

Tak hanya dana alat kelengkapan dewan, 2 anggota PPP tersebut, juga kehilangan dana yang lain. Seperti dana perjalanan dinas. Hanya saja persoalan tersebut sudah bisa diatasi dan mereka berhak menerima dana tersebut. “Sudah dibuatkan berita acaranya. Tanggal 23 Mei Lalu. Saat seluruh pimpinan dewan den ketua komisi dan Fraksi, bertemu dengan biro pemerintahan Pemprov Jawa Timur,” jelas Rudi.

Untuk itu, pria yang biasa disapa Rudi tersebut meminta, PPP untuk bergabung ke fraksi lain. Jika tidak, maka dewan PPP tetap tidak bisa bergabung dialat kelengkapan dewan. Sampai saat ini, lanjut Rudi, PPP masih belum bergabung dengan fraksi yang ada di DPRD. “Belum. PPP belum bergabung dengan fraksi lain. Besuk ini kita rapat pimpinan. Mungkin kepastiannya besuk,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, ketua DPC PPP Kota Probolinggo David Rosyidi belum member keterangan. Sebab, beberapa kali selulernya dihubungi, nemun tidak diangkat.  Pesan singkat yang dikirim ke selulernya, tidak dijawab alias tidak direspon.


End of content

No more pages to load